Positif Covid-19 Melonjak Tajam, Masyarakat Diimbau Tak Pulang Kampung

Dewa Gede Rai
333 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Dua pekan pascalibur panjang dan cuti bersama Natal dan Tahun Baru, kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar melonjak tajam. Seperti pada Senin (11/1/2021), kasus terkonfirmasi positif Covid-19 meningkat sebanyak 106 orang dan satu orang pasien meninggal dunia. Sementara jumlah pasien sembuh bertambah 64 orang.

Pasien yang meninggal dunia yakni seorang laki-laki berusia 55 tahun dengan status domisili di Desa Pemecutan Kelod. Pasien ini dinyatakan positif Covid-19 pada 14 Desember 2020 dan meninggal dunia 11 Januari 2021. Dengan tambahan ini, kini total pasien Covid-19 di Denpasar yang meninggal dunia sebanyak 115 orang.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, menjelaskan bahwa kasus Covid-19 di Kota Denpasar masih terus mengalami pergerakan. Satgas pun tetap memberikan perhatian serius bagi wilayah yang kasusnya cukup tinggi. Untuk menekan angka kematian akibat Covid-19, Satgas mengimbau kepada masyarakat yang memiliki penyakit bawaan atau yang berada pada usia rentan untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Berdasarkan data, secara kumulatif kasus positif di Kota Denpasar tercatat 5.309 kasus. Adapun angka kesembuhan pasien Covid-19 mencapai angka 4.779 orang (90,02 persen), meninggal dunia sebanyak 115 orang (2,16 persen), dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak 415 orang (7,82 persen).

Dewa Rai menjelaskan, peningkatan penularan Covid-19 di Kota Denpasar yang terbesar diketahui akibat klaster pulang kampung atau perjalanan luar daerah serta perkantoran dan klaster keluarga. Sebagai langkah antisipasi adanya penyebaran lewat pelaku perjalanan dan pulang kampung, Satgas Covid-19 Kota Denpasar juga mengimbau masyarakat untuk tidak pulang kampung atau melaksanakan perjalanan luar daerah. “Seluruh pegawai, ASN, serta masyarakat Kota Denpasar diimbau untuk tidak bepergian keluar daerah termasuk pulang kampung. Hal ini lantaran dikhawatirkan terjadi penyebaran Covid-19 lewat pelaku perjalanan. Jika sangat mendesak untuk keluar daerah atau pulang kampung wajib memperhatikan beberapa hal penting utamanya penerapan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Dewa Rai.

Hal penting yang dimaksud, yakni pertama, selalu memperhatikan peta zonasi risiko penyebaran Covid-19 yang ditetapkan oleh Satgas Penanganan Covid-19. Kedua, memperhatikan peraturan dan/atau kebijakan pemerintah daerah asal dan tujuan perjalanan mengenai pembatasan keluar dan masuk orang. Ketiga, memperhatikan kriteria, persyaratan, dan protokol perjalanan yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan dan Satgas Penanganan Covid-19. Keempat, menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. “Sebisa mungkin untuk tidak keluar daerah, namun jika mendesak empat poin di atas wajib diterapkan,” tegasnya.

Terkait klaster perkantoran, Kabag Humas Setda Kota Denpasar ini menjelaskan, saat ini telah diterapkan sistem kerja work from home (WFH) sebanyak 75 persen dan 25 persen sisanya dapat melaksanakan work from office dengan penerapan prokes yang ketat. Dewa Rai menegaskan bahwa ASN dan pegawai juga dilaksanakan pemantauan lewat aplikasi absensi online sehingga dapat diketahui secara real time posisi pegawai dan ASN.

“Jadi, untuk menjadi perhatian bersama bagi para ASN, pegawai, dan masyarakat agar dapat mengindahkan dan melaksanakan imbauan ini, sehingga percepatan penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 dapat dimaksimalkan, dan tren grafiknya dapat melandai,” pungkasnya. 026

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.