Positif Corona Terus Bertambah, Ketua DPRD Gianyar Usulkan “Lockdown”

Wayan Tagel Winarta
79 Melihat

GIANYAR, posbali.co.id- Kasus terpapar Covid-19 di Gianyar dan Bali terus bertambah, padahal kini diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Karena itu, langkah lockdown atau karantina wilayah dinilai perlu dilakukan. Padangan itu diungkapkan Ketua DPRD Gianyar, I Wayan Tagel Winarta, Senin (25/1/2021).

Kata dia, perlu dicari penyebab dari penambahan warga yang positif Covid-19. Ini sedikit ironi, karena pemerintah memberlakukan PPKM dan mewajibkan warga yang menuju Bali menunjukan hasil tes usap dan tes cepat antigen. “Kenapa kasus Covid-19 naik terus? Ini harus dicari penyebabnya,” serunya.

Untuk menekan meningkatnya kasus Covid-19, Tagel mengusulkan agar Bali menerapkan lockdown sebagai langkah paling efektif. Dia minta tidak menganggap lockdown memberatkan, meski pemerintah harus memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode itu.

Untuk menjamin kebutuhan masyarakat, pembangunan yang belum termasuk prioritas bisa ditunda, dan dananya digunakan untuk warga. Ini lebih baik daripada imbauan yang berlaku setengah-setengah, dan kenyataan tidak diterapkan dengan tegas. “Terbukti masih banyak kerumunan, maka lebih baik lakukan lockdown,” ulasnya.

Dengan terus meningkatnya kasus Covid-19, sambungnya, hasil tes usap dan tes cepat perlu dipertanyakan keabsahannya. Jangan sampai ada yang tidak positif tapi hasil tes usapnya dibuat positif. Dia mengklaim banyak warga mempertanyakan keabsahan hasil tes usap. Ada pasien yang diminta tanda tangan, tetapi tidak diizinkan membaca surat yang ditandatangani. Selang beberapa menit, pasien tersebut dinyatakan positif Covid-19. “Banyak keluhan seperti itu, sehingga warga mempertanyakan keabsahan hasil swab test (tes usap),” tegasnya.

Tagel mendaku kasihan dengan pelaku pariwisata di Bali, karena rencana dibukanya kembali pariwisata Bali terus ditunda. Padahal pelaku pariwisata sudah menyiapkan semuanya, termasuk protokol kesehatan. Ini membuat pelaku pariwisata di Bali menangis.

Belum lagi ada aturan yang memberatkan wisatawan domestik ke Bali, yakni harus menunjukan hasil tes usap test bagi yang melakukan perjalanan lewat udara. Pun tes cepat antigen yang melalui perjalanan darat. “Ini salah satu penyebab pariwisata di Bali semakin terpuruk. Para pelaku pariwisata tidak bisa berbuat apa,” cetusnya bernada prihatin.

Jika memang mau memulihkan perekonomian di Bali, imbuhnya, terutama sektor pariwisata, sebaiknya diberikan tes usap atau tes cepat gratis bagi wisatawan. Dengan cara itu, dia optimis banyak wisatawan domestik ke Bali, dan perekonomian akan pulih kembali. 011

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.