Populasi Ikan Red Devil di Danau Batur Tidak Terkendali

Ikan red devil di Danau Batur, Bangli yang dalam satu dekade terakhir berkembang pesat sehingga mengancam ikan endemis Danau Batur.
1,089 Melihat

BANGLI, posbali.co.id – Keberadaan ikan red devil di Danau Batur dalam satu dekade terakhir ini berkembang pesat, dan mengancam eksistensi ikan endemis Danau Batur. Ikan red devil bersifat predator, invasif dan teritorialis, sehingga termasuk hama dalam lingkungan perikanan budidaya. Tidak terkendalinya populasi ikan itu membuat petani ikan di Danau Batur ketar-ketir.

Menurut I Made Antara, petani ikan asal Desa Buahan, Kintamani, Rabu (13/1/2021) pesatnya jumlah ikan red devil sejak 10 tahun terakhir sangat mengkhawatirkan para petani ikan. Selain predator dan ganas, ikan itu memangsa ikan di perairan bebas dan masuk ke kantong jaring apung (KJA). “Ini jadi ancaman serius bagi kami di sini,” dakunya.

Dia berkata petani ikan sejauh ini telah melakukan berbagai upaya, antara lain merelakan KJA mereka kosong satu bidang untuk menjebak ikan red devil. Sayang, meski banyak yang ditangkap, populasinya tak juga berkurang. Untuk itu dia berharap pemerintah turun tangan  mengatasi masalah ini. Paling tidak pemerintah bisa mendatangkan ikan yang menjadi pemangsa alaminya. “Kalau tidak ingin petani di Danau Batur merana dan produksi ikan turun, masalah ini mesti cepat ditanggulangi,” pintanya.

Kabid Perikanan Dinas PKP Bangli, Agus Wirawan, menyampaikan, ada beberapa solusi yang perlu dilakukan. Pertama, eradikasi manual dengan cara menangkap ikan red devil untuk mengurangi atau menghilangkan spesies tersebut di danau. Pelibatan masyarakat dinilai sebagai kuncinya.

Cara lain, jelasnya, dengan mengadakan semacam sayembara untuk menangkap sebanyak-banyaknya ikan red devil, dan hasil tangkapannya dibeli pemerintah atau penyandang dana. “Ini bisa menjadi atraksi sendiri,” sebutnya.

Cara lainnya adalah dengan menambah populasi ikan spesies lain yang endemis Danau Batur untuk mengimbangi sekaligus kompetitor pertumbuhan red devil tersebut. Yang terakhir, jelasnya, yakni mencari predator atau musuh biologis secara selektif ikan red devil yang akan mengurangi populasinya. gia

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.