Polsek Singaraja Bekuk Pencuri Helm dan Tas di Sejumlah TKP

Salah satu pelaku yakni Maulana dan sejumlah barang bukti hasil pencurian saat ditunjukkan di Mapolres Buleleng, Senin (14/9).
78 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Jajaran Polsek Kota Singaraja meringkus dua pelaku pencurian yang kerap beraksi di areal tempat parkir toko maupun tempat umum secara berulang kali di beberapa tempat.

Kedua pelaku yang diamankan adalah Maulana Syarifuddin (24) warga Kelurahan Kampung Kajanan, Buleleng; dan ML (16) warga Kelurahan Banyuasri, Buleleng. Dari tangan kedua pelaku diamankan barang bukti sejumlah tas.

Dikonfirmasi seizin Kapolres Buleleng, Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Gusti Ngurah Yudistira, mengatakan, keduanya ditangkap berawal dari laporan korban yakni Luh Putu Ardi Pavitri, yang telah kehilangan tas warna merah hitam di parkiran sebuah toko di wilayah Kelurahan Kampung Baru. Dalam tas itu terdapat barang-barang berupa hard disk, 2 flash disk, 2 dompet, 3 tas perempuan, 2 bungkus pastik keperluan bayi.

Atas laporan itu, Unit Reskrim Polsek Kota Singaraja langsung melakukan penyelidikan. Dari hasil keterangan saksi-saksi dan hasil pengembangan, diketahui pelakunya adalah Maulana dan ML yang merupakan anak di bawah umur. Keduanya diamankan pada Sabtu (15/8) lalu di kediaman masing-masing.

“Modus kedua pelaku, pertama melihat sasaran dahulu. Setelah itu, melihat ada barang di motor, langsung diambil. Ini juga dilakukan di beberapa TKP. Pernah mengambil helm di beberapa TKP dan mencuri handphone di 2 TKP (Pasar Anyar dan Kelurahan Banyuning),” ungkap Kompol Yudistira, Senin (14/9).

Lebih lanjut Kapolsek menerangkan, kedua pelaku beraksi dengan mengincar barang-barang yang ada di dalam tas. Bahkan, mencuri di beberapa TKP dengan mencuri pakaian di wilayah Banyuning dan terekam kamera CCTV hingga mencuri tabung gas di Kelurahan Kampung Bugis, yang sudah dilaporkan ke polisi.

“Yang kami ungkap dengan barang bukti yang ada ini, hanya baru satu TKP di toko Popies di Kelurahan Kampung Baru, total kerugian Rp3,6 juta lebih. Barang bukti yang lain menyusul, karena kami masih melakukan pengembangan di TKP-TKP lainnya. Saya sangat harap masyarakat tetap waspada,” katanya.

Salah satu pelaku yakni ML yang masih di bawah umur, dilimpahkan penanganannya ke Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng. ML sebelumnya sudah pernah dilakukan upaya diversi karena melakukan aksi pencurian. “Kalau yang dewasa (Maulana) kami proses secara pidana,” terang Kompol Yudistira.

Tersangka Maulana mengakui telah melakukan mencuri di beberapa TKP. Barang hasil curian dijual dan uangnya digunakan untuk hidupnya sehari-hari. Akibat perbuatannya tersebut, kini kedua pelaku harus merasakan hidup di balik jeruji besi. Mereka terancam dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP dengan ancaman hukuman pidana paling lama 7 tahun penjara. 018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.