Polsek Singaraja Amankan 71 Pelaku Balap Liar dalam Dua Bulan

Barang bukti kendaraan roda dua yang diamankan polisi beserta pelakunya karena terbukti telah melakukan aksi balap liar.
547 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Selama rentan waktu bulan Oktober sampai Desember 2020, Polsek Kota Singaraja berhasil mengamankan sebanyak 71 orang sebagai pelaku balap liar atau trek-trekan yang kerap melakukan aksi di sepanjang jalan wilayah Kota Singaraja. Selain itu, ada puluhan kendaraan roda dua yang telah diamankan dengan sanksi tilang.

Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Made Santika, mengatakan, sebanyak 71 orang pelaku balap liar yang diamankan ini, berawal dari adanya laporan masyarakat yan merasa resah dengan adanya kerumunan anak-anak muda melakukan balap liar. Lokasi yang kerap dijadikan tempat balap liar yakni di sepanjang jalan WR Supratman, Jalan Ahamad Yani Barat di jalan Desa Tukad Mungga dan sepanjang jalan wilayah Desa Anturan.

“Sebagian besar mereka yang diamankan ini masih anak di bawah umur. Dan kami berikan mereka pembinaan,” kata Kompol Santika, Rabu (16/12/2020).

Terakhir, lanjut dijelaskan Kompol Santika, pada Selasa (15/12/2020) pukul 02.30 Wita, jajaran Polsek Singaraja mengamankan 6 orang remaja dengan 6 unit motor yang sudah modif untuk dipakai balapan liar. Mereka diamankan di beberapa titik yakni di jalan Desa Pemaron tepatnya depan SKB, Jalan Kartini, dan Jalan WR Supratman di Kelurahan Penarukan.

Setelah diidentifikasi para pelaku berdomisili, yakni dari Desa Sangsit, Kecamatan Sawan ada 5 orang; 4 orang dari wilayah Desa Busungbiu, dan 1 orang dari Desa Kayu Putih, Kecamatan Sukasada. “Sebagai efek jera, mereka dimasukkan ke dalam bank data remaja terlibat balapan liar,” ujar Kompol Santika.

Kendaraan yang diamankan itu, diketahui tidak sesuai dengan spektek seperti memakai knalpot brong, mengubah bentuk motor, tidak menggunakan kelengkapan sepeda motor, dan tidak melengkapi surat-surat kendaraan. “Motor tidak sesuai dengan spektek, nantinya menjalani sidang tipiring (tilang),” jelasnya.

Kapolsek pun tak menampik, para pelaku balap liar ini juga menggelar taruhan saat menggelar balapan liar. Tak menutup kemungkinan, para pelaku balap liar yang menggelar taruhan ini nantinya dijerat Pasal 303 KUHP tentang perjudian. Hanya saja untuk saat ini, polisi masih menekankan pembinaan bagi para pelaku balap liar.

“Bisa saja dijerat pasal sesuai KUHP tentang perjudian, tapi kami sulit untuk bisa mengidentifikasi orang-orangnya karena banyak orang. Jadi, untuk sementara masih pembinaan dulu karena sebagian besar mereka ini masih anak-anak,” pungkas Kompol Santika.

Para pelaku balap liar ini diberikan pembinaan di Polsek Singaraja berupa kegiatan-kegiatan yang bersifat positif. Di sisi lain, para pelaku juga membuat surat pernyataan untuk tidak akan mengulangi lagi perbuatan balap liar tersebut. rik

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.