Polresta Denpasar Borgol Dua Jambret 

Dua penjambret diborgol aparat
Dua penjambret diborgol aparat
756 Melihat

DENPASAR, POS BALI – Dua orang jambret, I Made Raja (30) dan I Nengah Bayung (22) diringkus Sat Reskrim Polresta Denpasar, di Mako Polresta Denpasar, Selasa (31/3). Berdasarkan pengakuan kedua tersangka, mereka setidaknya beraksi di empat tempat berbeda di kawasan Badung.

Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol I Dewa Putu Gede Anom, Rabu (1/4) mengatakan, keduanya ditangkap berdasarkan Laporan Polisi dengam nomor LP-B/240/III/2020/Bali/Resta Dps oleh korban berinisial M. Korban mengaku telah dijambret di bilangan Jalan Raya Sunset Road Seminyak Kuta Badung pada 2 Maret 2020 malam. Satu unit telepon genggam miliknya pun raib akibat aksi kedua tersangka.

“Berdasar laporan itu, Tim Resmob Polresta Denpasar melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi dari seputaran TKP, kemudian mendapat ciri-ciri pelaku. Dari ciri-ciri itu, tim kemudian berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka Made Raja di Denpasar, disusul tersangka Nengah Bayung di Munti, Karangasem,” jelasnya.

Setelah didalami, selama Maret 2010 keduanya mengaku telah beraksi di TKP lainnya, melipiti di Jalan Raya Semer Kuta Utara Badung dan berhasil di menggondol sebuah dmpet kulit yang berisi surat-surat dan uang tunai; di Jalan Underpass Patung Dewa Ruci, Kuta, Badung berhasil menjambret sebuah handphone Iphone X; dan di Jalan Patih Jelantik, Kuta Badung dengan hasil jambretan berupa handphone Iphone 7. “Modus yang digunakan keduanya adalah dengan beraksi di malam hari, membuntuti calon korban dengan mengendarai sepeda motor  kemudian mengambil paksa barang yang dibawa oleh korban,” ucapnya.

Setelah ditelusuri lebih jauh, ternyata pelaku Nengah Bayung adalah seorang residivis kasus yang sama. Pada tahun 2016, atas perbuatannya, ia dihukuman penjara tiga bulan. “Saat ini kami mengamankan sebuah HP Samsung S8, sebuah dompet berisi uang tunai sebanyak satu lembar 20 Yuan, satu lembar 100 Yuan, satu lembar 1 Ringgit Malaysia, serta satu unit sepeda motor merk Yamaha N-Max hitam DK 2078 ACD (plat palsu) yang digunakan untuk melakukan pencurian. Keduanya dijerat dengan Pasal 365 KUHP dan atau Pasal 363 KUHP dengan ancaman  pidana penjara paling lama tujuh tahun,” pungkasnya. 015

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.