Polres Tabanan Ringkus Empat Tersangka Narkoba

Satnarkoba Polres Tabanan meringkus empat tersangka kasus narkoba. Pengungkapan kasus ini dirilis pada Kamis (28/1/2021).
322 Melihat

TABANAN, posbali.co.id – Mengawali tahun 2021, Satnarkoba Polres Tabanan meringkus empat tersangka kasus narkoba. Mereka diduga memiliki, menyimpan, dan menguasai narkoba jenis sabu-sabu. Bahkan, salah seorang di antaranya adalah residivis dalam kasus yang sama.

Empat tersangka yang dipisah dalam tiga laporan tersebut, kemudian digeber Kasatnarkoba AKP I Gede Sudiarna Putra bersama Kasubbag Humas Iptu I Nyoman Subagia, di hadapan awak media, Kamis (28/1/2021). Keempat tersangka dimaksud, antara lain Fitnadi Sarwono (23) alias Fitnadi, Ida Bagus Putu Artawan (41) alias Gus Tu dan Ida Bagus Putu Widnyana (38) alias Gus Tu, serta I Made Ambara (32) alias Bebek.

Tersangka Fitnadi yang asal Lampung itu, ditangkap di pinggir jalan menuju Perumahan Taman Permai, Banjar Taman, Desa Gubug, Tabanan, Rabu (6/1/2021). Tersangka yang tinggal di Jimbaran, Kuta Selatan itu, ditangkap berikut barang bukti berupa enam paket sabu-sabu 0,8 gram, sebuah handphone, dan lain-lain.

Seminggu kemudian, Rabu (13/1/2021), polisi kembali meringkus dua tersangka yang ada hubungan keluarga, yakni Artawan dan Widnyana, di Jalan Bingin Ambe, Banjar Anyar, Kediri. Mereka yang beralamat di Blahbatuh, Gianyar itu ditangkap berikut sejumlah barang bukti berupa 12 paket sabu-sabu 1,53 gram, sebuah kompek selendang, dan lain-lain.

Satu tersangka lainnya adalah Ambara, tersangka yang juga residivis dalam kasus yang sama. Tersangka yang beralamat di Banjar Dinas Antap Dajan Telabah, Desa Antap, Selemadeg itu, ditangkap di sebuah rumah yang juga tempat tinggalnya, BTN Kembang Pajar Timur, Kediri, Selasa (19/1/2021). Dari tangannya, polisi menyita 12 paket sabu-sabu 2 gram, 10 lembar uang pecahan Rp100.000, dan lain-lain.

Keempat tersangka tersebut, kini masih mendekam di ruang tahanan, guna proses hukum selanjutnya. Masing-masing dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang ancaman hukuman penjara paling singkat 4 tahun, paling lama 12 tahun, dan denda paling sedikit Rp800 juta, paling banyak Rp8 miliar. gap

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.