Polres Tabanan Ringkus Empat Pengguna Tembakau Gorila

Polres Tabanan menggelar rilis kasus berikut para tersangka dan sejumlah barang bukti, Senin (28/12/2020).
245 Melihat

TABANAN, posbali.co.id – Satnarkoba Polres Tabanan meringkus empat tersangka pengguna narkoba jenis tembakau gorila. Dari empat tersangka, satu di antaranya masih di bawah umur. Keempatnya kini mendekam di ruang tahanan Polres Tabanan.

Terkait pengungkapan kasus tersebut, Polres Tabanan menggelar rilis kasus berikut para tersangka (kecuali yang masih di bawah umur) dan sejumlah barang bukti yang ada, Senin (28/12/2020). Rilis dipimpin Kasatnarkoba AKP I Gede Sudiarna Putra, didampingi Kasubbag Humas Iptu I Nyoman Subagia.

Pengungkapan berawal dari penangkapan terhadap tersangka berinisial RP (17) dan MRR (18), di pinggir Jalan Ahmad Yani, Kediri, Tabanan, Senin (14/12/2020) sekitar pukul 22.20 Wita. Mereka ditangkap berikut barang bukti berupa 10 paket tembakau gorila seberat 0,54 gram.

Dari penangkapan terhadap kedua tersangka tersebut, polisi melakukan pengembangan lebih lanjut, dan berhasil menangkap tersangka Ellen Adhi Pratama (20) alias Ellen. Dia ditangkap di kamar kos di Jalan Gang Padang II, Banjar Manut Negara, Desa Tegal Kerta, Kecamatan Denpasar Barat, Denpasar, Selasa (15/12/2020) sekitar pukul 00.05 Wita. Polisi juga menyita barang bukti berupa tiga paket tembakau gorila 0,3 gram.

Sekitar lima menit setelah menangkap Ellen, dari hasil pengembangan kasus tersebut polisi juga berhasil menambah lagi seorang tersangka, yakni Randy Raditya (18) alias Randy. Randy yang juga bertetangga kos dengan Ellen itu ditangkap berikut barang bukti berupa lima paket tembakau gorila 1,52 gram.

Para tersangka mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang yang tak dikenal. Bahkan ada di antara mereka yang mengaku sudah lebih dari setahun mengonsumsi tembakau gorila. “Saya pakai (tembakau gorila) itu karena diajak teman,” aku Randy.

Apapun alasannya, para tersangka tersebut telah disiapkan jeratan hukum atas perbuatannya itu. “Para tersangka dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009, tentang Narkotika. Ancaman hukuman penjara paling singkat empat tahun, paling lama 12 tahun, dan denda paling sedikit Rp800 juta, paling banyak Rp8 miliar,” jelas Sudiarna Putra. gap

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.