Polres Tabanan Antisipasi Gangguan Usai Pilkada

Kapolres Tabanan AKBP Mariochristy Panca Sakti Siregar, saat memimpin latihan sispamkota dengan cara TFG di Polres Tabanan, Kamis (15/10).
79 Melihat

TABANAN, posbali.co.id – Personel yang disiagakan dalam rangka Operasi Mantap Praja Agung 2020 untuk pengamanan Pilkada Tabanan 2020, perlu punya kemampuan dasar untuk menghadapi hakikat ancaman. “Selain itu mampu mencegah, bahkan menanggulangi kejadian yang melibatkan massa,” ungkap Kapolres Tabanan, AKBP Mariochristy Panca Sakti Siregar, saat memimpin latihan Sispamkota dengan cara tactical floor game (TFG), Kamis (15/10).

Menurutnya, hal itu bertujuan meningkatkan kemampuan, menyamakan persepsi, dan pola tindak. “Latihan Sispamkota dengan TFG ini untuk menyamakan persepsi dalam kegiatan pengamanan pilkada serentak, sehingga dalam situasi terburuk pun kita siap dan mampu melaksanakan tugas,” pesannya.

Yang terpenting, lanjut dia, semua personel memahami rayonisasi atau penempatan penugasan. “Siapa berbuat apa, dan bertanggung jawab kepada siapa, bagaimana masing-masing. Padal (perwira pengendali) bisa menggerakkan anggotanya dan saling membantu dalam perkuatan,” tukasnya.

Kepada semua pengendali di lapangan, termasuk para kapolsek, pesannya, agar memahami posisi titik tugas pengamanan, sesuai dengan penempatan atau pembagian tugas. Selain itu, sambungnya, pahami jalur yang ditentukan, siapa yang melakukan penyekatan, dan siapa yang mengatur dan mengalihkan arus lalin.

“Ada beberapa titik yang harus diatensi dan melakukan penyekatan untuk mengurangi, bahkan menutup jalur yang menuju arah ke dalam Kota Tabanan. Di antaranya Simpang Wagimin, depan LP Tabanan, seputar Patung Adipura, dan di simpang Gerokgak,” tegas kapolres.

Latihan tersebut juga diikuti Wakapolres Kompol I Made Krisnha, Kabag Ops. Kompol I Nengah Sudiarta selaku koordinator latihan, para kapolsek jajaran, para kasat dan perwira, serta staf di Polres Tabanan.

Usai menerima arahan Kapolres, Sudiarta melanjutkan sekilas menyampaikan skenario dan adegan yang disimulasikan. Intinya, ada sekelompok orang yang tidak puas terhadap hasil penghitungan suara pilkada, karena paslon tertentu dinyatakan kalah pilkada. Diceritakan bahwa kelompok massa pendukung paslon yang kalah bergerak ke kantor KPU.

Keadaan itu direspons Kapolres dengan memerintah Kapolsek Tabanan melakukan langkah antisipasi menurunkan anggota dalmas melakukan pengamanan di kantor KPU, untuk mencegah massa masuk ke kantor KPU. Usai peragaan, kapolres kemudian mengevaluasi, dan menyampaikan beberapa penekanan. Di antaranya, kegiatan simulasi ini sangat penting, sehingga tergambar cara bertindak di lapangan dalam menghadapi kelompok massa. “Latihan seperti ini agar terus dilatihkan, dikoordinasikan dalam melakukan tindakan kepolisian, supaya memedomani SOP dan tindakan yang dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tandas Mario. gap

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.