Polisi Tetapkan 10 Orang Tersangka Kasus Persetubuhan Terhadap Anak di Buleleng

Tiga pelaku persetubuhan terhadap anak yang ditahan di Polres Buleleng.
294 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng menetapkan 10 orang sebagai tersangka atas kasus persetubuhan terhadap anak berinisial KMW (12) yang terjadi beberapa waktu lalu di wilayah Buleleng. Meski menetapkan 10 orang tersangka, namun polisi melakukan penahanan terhadap 3 orang saja.

Ketiga orang yang ditahan yakni, Kadek Arya Gunawan alias Berit (22), Putu Rudi Ariawan alias Rudi (19), dan Gede Putra Airawan alias Wawan (19). Sedangkan 7 orang tersangka lainnya yang masih di bawah umur tidka ditahan yakni KDAP, KJAY, TIS, NGPJ, GAW, ERS, dan SOP.

Kapolres Buleleng, AKBP Made Sinar Subawa, mengatakan, mereka resmi ditahan setelah penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng mengantongi cukup bukti atas kasus persetubuhan terhadap anak berinisial KMW. “Tidak semua ditahan, hanya 3 orang dewasa. Yang 7 lagi rata-rata usianya masih 16 tahun hingga 18 tahun,” kata AKBP Sinar Subawa, Jumat (30/10) lalu di Mapolres Buleleng.

Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi termasuk keterangan korban, 10 orang yang kini menjadi tersangka ini melakukan aksinya secara bergiliran di tempat yang berbeda. Ada 5 TKP lokasi kejadian nahas menimpa KMW. Barang bukti diamankan, kaos warna-warni, celana dalam warna hitam, BH warna biru dongker, dan celana pendek warna kuning putih yang merupakan pakaian korban saat kejadian.

“Dari hasil visum menyatakan, ada robekan lama pada selaput dara korban. Ada 4 saksi kami mintai keterangan, yang menguatkan telah terjadi tindak pidana persetubuhan yang dilakukan para pelaku. Para pelaku kami amankan pada 26 Oktober,” ujar AKBP Sinar Subawa.

Kejadian naas menimpa KMW yang masih duduk dibangku SMP ini bermula ketika korban berpamitan untuk keluar rumah dengan alasan untuk membuat tugas sekolah, pada Minggu (11/10) pukul 19.00 Wita. Dalam perjalanan, motor yang dikendarai KMW kehabisan bensin dan meminta tolong kepada pacarnya berinisial KDAP untuk membelikan bensin.

KDAP kemudian menjemput KMW untuk diajak ke rumah teman KDAP yakni KJAY di wilayah Kelurahan Penarukan, Buleleng. Di rumah itu korban disetubuhi oleh pacarnya dan dua pelaku lainnya yakni Rudi Ariawan dan Berit.

Setelah mereka bertiga menyetubuhi korban, KMW lalu ditinggalkan dan terpaksa menginap di rumah KJAY. Nahasnya, keesokan harinya tepat Senin (12/10) giliran KJAY yang menyetubuhi korban. Selanjutnya pukul 10.00 Wita, korban kembali dipaksa melakukan hubungan badan oleh TIS dan laki-laki lain yang tidak korban kenal.

Kemudian pada sore hari sekitar pukul 17.00 Wita korban diantar oleh Berit, Rudi, dan KJAY ke Desa Alasangker, Buleleng untuk bertemu dengan GAW. Oleh GAW, korban lagi disetubuhi di semak-semak. Setelah itu, KMW diajak Wawan ke rumahnya yang juga Desa Alasangker.

Sekitar pukul 20.00 Wita, korban disetubuhi oleh Wawan. Setelah itu Wawan membawa KMW ke bengkel temannya berinisial NGPJ. Di sana korban disetubuhi oleh NGPJ. Setelah itu, korban KMW dihubungi temannya yang berinisial ERS untuk dimintai tolong menjemput di depan kampus Undiksha, Jinengdalem. Di sana, ternyata ERS dan sejumlah temannya membawa korban KMW ke salah satu rumah di Desa Alasangker, untuk disetubuhi.

Korban KMW baru ditemukan oleh orang tuanya berinisial KA (35) pada Selasa (13/10) sekitar pukul 12.00 Wita di Desa Alasangker, saat duduk bersama salah seorang pria. Kepada orang tuanya, korban bercerita jika dirinya disetubuhi oleh sejumlah orang. Orang tua korban akhirnya melapor kejadian yang menimpa anaknya ini ke Mapolres Buleleng pada Jumat (16/10) dengan 5 laporan berbeda.

“Para tersangka yang masih di bawah umur tetap menjalani proses hukum meski tidak ditahan. Selain itu, kasus ini juga masih kami dalami, kemungkinan masih ada penambahan tersangka,” ujar AKBP Sinar Subawa.

Salah satu tersangka yakni Putu Rudi Ariawan alias Rudi memilih tidak berbicara banyak. Ia hanya mengaku tidak tahu-menahu soal korban. “Tidak kenal,” ujar Rudi dengan singkat sambil tertunduk lesu.

Akibat perbuatannya, para tersangka terancam dijerat dengan Pasal 81 UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman pidana paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp5 miliar. 018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.