Polisi Didesak Usut Keterlibatan Ayah Biologis Jasad Bayi Dibuang di Desa Tista

Pengurus LSM Kompak saat audensi dengan Kasat Reskrim Polres Buleleng, dalam menyikapi kasus pembuangan jasad bayi tanpa tangan di Desa Tista.
74 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Kasus pembuangan jasad bayi tanpa tangan di wilayah Dusun Munduk Tengah, Desa Tista, Kecamatan Busungbiu, Buleleng, menjadi sorotan banyak pihak. LSM Komunitas Masyarakat Untuk Penegakan Hukum dan Keadilan (Kompak) mendesak polisi mengusut tuntas pelaku-pelaku lain selain tersangka Ni Putu Rika Silvia (22) terutama ayah biologis bayi itu, yang diduga terlibat secara tidak langsung dalam kasus ini.

“Tidak hanya berhenti pada penetapan tersangka RS, tapi harus dilakukan penyelidikan yang mendalam siapa saja yang terlibat, termasuk investigasi keterlibatan ayah biologis yang harus ikut bertanggungjawab,” kata Ketua LSM Kompak, Nyoman Angga Saputra Tusan, saat audiensi dengan Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Yogie Pramagita, Selasa (8/6/2021).

Meski demikian Angga mengapresiasi polisi telah bekerja keras dalam mengungkap kasus penemuan jasad bayi tanpa tangan di Desa Tista. Menurutnya, perbuatan yang dilakukan tersangka RS (Rika Silvia) dengan membuang jasad bayinya diyakini didasari ada penyebabnya. Seperti diketahui, Rika Silvia hamil diluar perkawinan, hingga berujung pada perbuatan pembuangan bayi, yang disebut-sebut bayi itu telah meninggal saat dilahirkan.

Untuk itu, Angga meminta, agar masyarakat tidak menghakimi Rika Silvia selaku ibu yang membuang bayi tersebut sebagai orang yang paling bersalah. Sebab, tidak ada tanggung jawab dari ayah biologis bayi tersebut diduga menjadi pemicu perbuatan yang dilakukan Rika Silvia. “Menurut kami, yang bersangkutan tidak mungkin melakukan tindakan ini jika laki-laki yang seharusnya bertanggung jawab sebagai ayah bayi mau bertanggung jawab atas perbuatannya,” ujarnya.

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya, mengapresiasi perhatian generasi muda yang tergabung dalam LSM Kompak dalam menyoroti kasus ini. Menurut Sumarjaya, kini kasus tersebut masih dalam pengembangan lebih lanjut. “Tapi sejauh ini, tersangka masih belum terbuka siapa ayah biologis bayi itu, karena masih trauma. Kami juga masih menunggu hasil visum, termasuk juga akan melakukan test DNA,” pungkas Iptu Sumarjaya. 018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.