Petugas Bubarkan Paksa Kegiatan Sosial Ketua BMI Buleleng

Pembubaran kegiatan sosial yang digelar Ketua BMI Buleleng karena dianggap menimbulkan kerumunan, Selasa (17/8/2021).
167 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Lantaran dianggap menimbulkan kerumunan ditengah penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, acara kegiatan sosial pembagian ayam serta paket sayuran pada Selasa (17/8/2021) yang digelar oleh Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Buleleng, dr. Ketut Putra Sedana, di kediamannya akhirnya dibubarkan petugas.

Pembubaran yang dilakukan oleh petugas Tim Cakrananggala Kodim 1609/Buleleng ini, karena kegiatan yang diselenggarakan dikediman dr. Putra Sedana akrab disapa dokter Capit dikediamannya yakni tepatnya di depan Setra Desa Adat Buleleng, tidak mengantongi izin dan menimbulkan kerumunan.

Sebelum melakukan pembubaran, Tim Cakrananggala Kodim 1609/Buleleng awalnya mendapatkan informasi, jika terdapat kerumunan masyarakat di jalan Gajah Mada tepatnya di depan Setra Desa Adat Buleleng. Dari laporan itu, petugas kemudian mendatangi lokasi.

Petugas yang terdiri dari anggota Kodim 1609/Buleleng, Satpol PP, anggota Polri saat tiba di lokasi membubarkan kerumunan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Tidak saja membubarkan, petugas juga sempat mempertanyakan izin kegiatan yang digelar oleh dokter Caput.

Namun dari hasil koordinasi, izin kegiatan sosial tersebut tidak ada. Petugas pun melakukan upaya pembubaran hingga menyiram warga yang kedapatam masih tidak mau membubarkan diri karena nekat menerobos masuk untuk mengambil ayam dan sayuran.

Serka Surahmadi dari Cakrananggala Kodim 1609/Buleleng mengatakan, sebelum melakukan pembubaran secara paksa pihaknya mengaku menerima laporan dari salah satu anggotanya yang pada saat ini melihat banyak orang berada di depan Setra Desa Adat Buleleng hingga menimbulkan kerumunan.

“Awalnya kami menerima laporan tentang adanya kerumunan didepan kuburan Desa Adat Buleleng. Usai kami tanyakan izin penyelenggara, belum memiliki izin. Jadi terpaksa kegiatan sementara kami bubarkan untuk mencegah kerumunan,” kata Serka Surahmadi.

Sementara Ketua Panitia Kegiatan Sosial, dr. Ketut Putra Sedana mengatakan, jika kegiatan sosial ini dilaksanakan secara mendadak atau spotanitas semata. Bahkan ide awalnya, bantuan ayam dan paket sayur ini diberikan kepada setiap pengendara yang lewat di jalan, sehingga tidak ada kerumunan.

Hanya saja Dokter Caput sapaan akrabnya, tidak menampik jika kerumunan tidak bisa dicegah. Pasalnya, informasi ini tersebar sangat cepat dari mulut ke mulut hingga masyarakat membludak datang. “Sebenarnya ide kami ini sederhana, tapi kerumunan tidak bisa kami cegah karena dari mulut ke mulut. Demi kesehatan dan juga aparat ingin agar kegiatan ini untuk ditunda,” pungkas Putra Sedana. 018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.