Peserta Program Pelatihan Kerja Pemkab Jembrana Membeludak

Para peserta program pelatihan kerja (PPK) saat mengikui tes di UPTD Baluk, Jembrana.
370 Melihat

JEMBRANA, posbali.co.id – Di masa pandemi Covid-19, Program Pelatihan Kerja (PPK) yang digelar oleh Kabupaten Jembrana membeludak peserta. Sejak pendaftaran dibuka sampai ditutup pada 28 Agustus lalu, sebanyak 1.263 orang sudah mendaftar. Proses seleksi bagi calon peserta sudah berlangsung sejak tanggal 4 September hingga terakhir 11 September nanti. Calon peserta masih akan mengikuti proses seleksi melalui tes tertulis dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (PMPTSPTK) Jembrana, I Komang Suparta, Minggu (6/9), mengatakan, dalam PPK kali ini, tersedia 16 program pelatihan yang bisa dipilih calon peserta. Untuk masing-masing pelatihan kuotanya juga sudah ditentukan batasan maksimal pesertanya. Seperti pelatihan mengemudi dibagi 5 kelas dengan batasan peserta maksimal 80 orang. Barista tersedia 4 kelas untuk 64 orang. Pelatihan barbershop untuk lima kelas 84 orang. Selain itu, ada juga pelatihan hidroponik untuk 80 orang peserta maksimal dibagi menjadi 5 kelas.

 

“Program pelatihan berjumlah 16 jenis yang akan dibagi menjadi 38 paket. Masing-masing paket berjumlah 16 orang. Sedangkan kuota yang tersedia totalnya 608 orang untuk gelombang pertama ini,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut Suparta mengatakan, dalam pelatihan ini, nanti waktunya atau lama latihan bervariasi. Rata-rata pelatihan yang dipusatkan di UPTD Baluk ini akan berlangsung selama 20 hari. Kecuali untuk pelatihan desain grafis, teknik las, desainer, serta garmen aparel akan berlangsung selama 30 hari. “Nanti lama pelatihannya disesuaikan dengan pelatihan yang diikuti,” ujarnya.

 

Pelatihan berbasis kompetensi ini disediakan secara gratis oleh Pemkab Jembrana. Anggarannya bersumber dari DID, reward Pemerintah Pusat atas capaian penanganan Covid-19 di Jembrana yang dinilai baik. Masing-masing peserta selain mendapat materi pelatihan dan sertifikat, juga mendapat uang transport serta konsumsi selama pelatihan berlangsung.

 

“Ini wujud komitmen dari pimpinan daerah agar masyarakat Jembrana memiliki kompetensi mumpuni untuk bergerak di bidang usaha mandiri maupun di perusahaan. Harapannya nanti peserta yang mengikuti PPK ini bisa terserap dunia kerja baik lokal maupun internasional,” pungkas Suparta. 024

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.