Pertama di Indonesia, Gubernur Bali Prakarsai Hibahkan Tanah dan Gedung untuk Kantor DPD RI Perwakilan Bali

Foto: Gubernur Koster dengan Anggota DPD RI saat memberikan keterangan kepada awak media.
236 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Letnan Jenderal TNI Mar (Purn) Dr. Nono Sampono tak henti-hentinya melempar senyum kepada awak media yang menunggunya di Depan Gedung Gajah Jayasabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali di Denpasar, Selasa (8/6).

Mantan Kepala Basarnas Indonesia yang kini duduk sebagai Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) itu tak bisa menyembunyikan kebahagiannya. Karena Selasa ini, Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi menghibahkan tanah berikut bangunannya sebagai Kantor DPD RI Perwakilan Bali.

“Hibah-hibah yang selama ini hanya lahan. Gedung kita bangun sendiri. Bersyukur Bali memprakarsai yang paling terdepan menyerahkan lahan berikut gedung. Ini sangat membantu, karena kami di DPD berkantor di daerah, hanya sidang di Jakarta. Berbeda dengan teman-teman di DPR RI, mereka bekerja dan bersidang di Jakarta,” tuturnya kepada awak media.

Dengan adanya hibah ini, lanjut dia, DPD RI di daerah telah memiliki kantor tentatif sebanyak empat tempat. Yaitu di Bali sendiri, Pelembang, Jogyakarta, dan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kami harap provinsi lainnya juga melakukan hibah. Karena pemerintah pusat belum membuka memoratorium perkantoran kementerian dan lembaga negara sejak 2015. Karena prioritas untuk kepentingan masyarakat umum terlebih dahulu,” bebernya seraya mengatakan, pascadiserahkan, pihaknya segera akan melakukan pengajuan untuk direhab.

Nono Sampono juga menuturkan perjuangan untuk mendapatkan hibah dari Gubernur Bali. Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada anggota DPD RI Dapil Bali, Yaitu AA Gde Agung, Arya Wedakarna, Mangku Pastika, dan H. Bambang.

“Teman-teman Bali yang memperjuangkan. Tetapi yang terpenting adalah kebijakan dari bapak gubernur. Tapi kalau sudah geleng-geleng kepala pasti tidak jadi. Beliau ini bekas orang pusat,” tandasnya sembari melepas tawa.

Pihaknya juga menegaskan bahwa dengan hibah ini, maka sinergitas dengan pihak pemerintahan provinsi hingga masyarakat umum akan menjadi lebih mudah. “Tugas kami adalah memperjuangkan aspirasi dan kepentingan daerah. Bukan berarti pemerintah daerah tidak mempunyai akses ke pusat. Akan tetapi kami juga ikut membantu,” ungkapnya.

Pihaknya mencontohkan, setiap tahun Presiden RI menyampaikan pidato kenegaraan dan juga RAPBN, sebelum diserahkan DPR maka DPD memberikan pertimbangan. “Nah disitulah peran DPD menyampaikan aspirasi dari daerah,” jelasnya.

Gde Agung yang kala itu meimpali mengatakan bahwa tanah yang dihibahkan tersebut seluas 10,45 are, sedangkan bangunan berupa gedung lantai II seluas 400m2. Total nilai keseluruhan mencapai Rp3,1 miliar.

Sementara itu, Gubernur Koster membeberkan alasan menghibahkan tanah berikut bangunannya. Menurutnya, kebijakan itu merupakan bentuk dukungan agar DPD bisa berfungsi dengan maksimal. Karena DPD merupakan kepanjangan daerah Bali di pusat. Khususnya aspirasi masyarakat, terutama sekali usulan pemerintah daerah. “Jadi kita dukung dan fasilitasi fungsi DPD yang ada di Bali,” tandasnya. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.