Permainan Rakyat Meriahkan Hari Terakhir Denfest 2020

Pertunjukan permainan anak-anak yang dibawakan Sanggar Hung Bali pada hari terakhir pelaksanaan Denfest ke-13, Kamis (31/12/2020).
349 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Salah satu rangkaian kegiatan terakhir Denpasar Festival (Denfest) ke-13 adalah Melepas Matahari 2020 dengan suguhan permainan rakyat. Kegiatan yang digelar di bantaran Tukad Bindu, Kesiman ini dilangsungkan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat dan peserta yang sangat terbatas pada Kamis (31/12/2020).

Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram, mewakili Wali Kota Denpasar dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa walaupun dalam suasana pandemi Covid-19 saat ini, acara melepas matahari tahun 2020 serta menyambut terbitnya matahari tahun 2021 serangkaian acara penutupan Denfest ke-13 tetap dilaksanakan dengan menerapkan prokes. Kegiatan pertunjukan permainan rakyat dilaksanakan oleh atlet anggota Federasi Olah Raga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kota Denpasar, dimana dirinya sekaligus sebagai Ketua FORMI Denpasar.

“Kami dari FORMI Kota Denpasar ingin tetap melestarikan permainan rakyat yang ada di masyarakat dengan mengadakan pertunjukan permainan anak-anak yang dibawakan oleh Sanggar Hung Bali serta maestro dongeng Made Taro,” ujar Bagus Mataram.

Lebih lanjut dikatakan, Pemkot Denpasar berharap agar anak-anak serta komunitas seni di Kota Denpasar tidak mudah menyerah dalam upaya melestarikan budaya Bali dalam hal ini permainan rakyat. Meskipun dalam masa pandemi seperti saat ini diminta agar terus berkarya dan tetap berkreativitas untuk menampilkan kekayaan warisan budaya dan kesenian yang ada di Denpasar.

Ketua Sanggar Hung Bali, I Gede Arya Swastika, mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Denpasar yang sudah memberikan kesempatan untuk menampilkan pertunjukan permainan rakyat dalam rangka penutupan Denfest serta Melepas Matahari 2020. Dalam acara ini pihaknya menampilkan pertunjukan dengan tema “Ngempu Rare Regenerasi” yang menceritakan suatu regenerasi yang akan tetap berlanjut dari tahun ke tahun.

“Harapan kami dari Sanggar Hung Bali semoga pertunjukan-pertunjukan seperti ini dapat terus berlanjut agar masyarakat khususnya anak-anak dapat mengetahui tentang ragam permainan rakyat yang ada di Bali khususnya di Kota Denpasar,” kata Arya Swastika. 026

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.