Perketat Pintu Masuk, Bikin Aturan Batasi Orang Masuk Bali

Ketut Juliarta (kiri) dan Adenan
Ketut Juliarta (kiri) dan Adenan
602 Melihat

DENPASAR, POS BALI  – Pergerakan orang yang masuk ke Bali harus dibatasi untuk memutus rantai penularan virus Corona (Covid-19). Pintu-pintu masuk pulau Dewata harus dijaga ketat untuk membatasi orang dari daerah lain masuk ke Bali.

Untuk itu DPRD Bali meminta gubernur membuat aturan tegas untuk membatasi orang masuk ke Bali. Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bali I Ketut Juliarta mengatakan, dengan adanya aturan yang tegas untuk membatasi orang masuk Bali sudah menjadi salah satu rekomendasi DPRD Bali kepada Gubenur dalam rangka penanggulan Covid-19.

Menurut dia, selama ini pembatasan orang masuk ke Bali hanya bersifat imbauan oleh gubernur. Fakta di lapangan, tetap banyak orang dari daerah lain yang masuk ke Bali.  “Dalam rapat kami merekomendasikan Pemprov Bali agar melakukan langkah-langkah ketat utamanya di pintu-puntu masuk Bali. Karena selama ini wacana pembatasan di pintu masuk ternyata masih terjadi banyak pelanggaran karena masih sebatas imbauan saja. Untuk itu kami menekankan agar Gubernur membuat regulasi, aturan baik berupa Pergub ataupun ketentuan lainnya yang lebih tegas,” kata Juliarta.

Politikus dari Dapil Klungkung yang duduk di Komisi I DPRD Bali ini mengatakan, dengan adanya aturan yang tegas, itu akan menjadi dasar hukum bagi petugas di lapangan untuk membatasi pergerakan orang masuk ke Bali. “Aturan yang tegas itu bisa digunakan jadi dasar petugas di lapangan,” kata Juliarta.

Sementara mantan anggota DPRD Bali, Adenan mengatakan,  agar tidak kecolongan pemerintah daerah kabupaten yang menjadi pintu masuk tak hanya memperketat tapi perlu dikarantina 14 hari orang yang masuk ke Bali.  “Jangan hanya perketat pintu masuk. Jangan juga membatasi. Orang boleh masuk tapi harus dikarantina,  sama seperti PMI yang dari luar negeri yang sedang dikarantina di hotel.  Kita orang Bali sudah patuh, tidak keluar kemana-mana kecuali olah raga. Masak orang lain masuk seenaknya, apalagi orang tersebut dari zona merah virus. Perlu dikarantina kalau kita memutus mata rantai virus ini,”kata Adenan saat jogging di lapangan Renon dua hari lalu (13/4/2020)

Adenan menyarankan empat gubernur perlu duduk bersama. “Empat gubernur;  Bali, Jatim, NTB dan NTT perlu duduk bersama membicarakan bagaimana pergerakan orang yang keluar masuk di daerah mereka selama masa pandemi virus. Bisa jadi,  pemikiran bersama empat pemimpin daerah ini menjadi solusi memutus mata rantai virus di wilayah Jatim, Bali dan Nusa Tenggara,”kata Adenan  sembari mengingatkan jangan isolasi mandiri di rumah, tidak maksimal dan menyelesaikan masalah karena orang sering lalai dan membandel.  “Biarkan pemerintah daerah menyiapkan tempat karantina di masing masing daerah sehingga tetap dalam pantauan petugas medis,”katanya mengimbau 010/003

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.