Peringatan Hari Pahlawan Berjalan Khidmat dengan Disiplin Prokes Ketat

Apel peringatan Hari Pahlawan Nasional pada Selasa (10/11) di halaman Gedung Legiun Veteran RI Denpasar
Apel peringatan Hari Pahlawan Nasional pada Selasa (10/11) di halaman Gedung Legiun Veteran RI Denpasar
244 Melihat

DENPASAR, POS BALI – Di tengah situasi pandemi Covid-19, Hari Pahlawan Nasional yang diperingati setiap tanggal 10 November tetap berjalan khidmat tentu dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Apel peringatan dengan pengibaran bendera Merah Putih berlangsung Selasa (10/11) di halaman Gedung Legiun Veteran, Jalan Surapati, Denpasar.

Apel dipimpin Sekretaris Dinas Sosial Kota Denpasar,  Nyoman Artayasa, dihadiri Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Denpasar, jajaran terkait hingga dari unsur TNI, Polri, siswa sekolah, guru, dan pecalang. Usai pelaksanaan apel juga digelar acara ramah tamah dengan para Veteran Pejuang Kemerdekaan RI di Kota Denpasar. Dilakukan pula penyerahan sembako kepada veteran secara simbolis.

Menteri Sosial RI, Juliari P. Batubara, dalam amanatnya yang dibacakan Sekretaris Dinas Sosial Kota Denpasar, Nyoman Artayasa, mengatakan di tengah pandemi Covid-19 tetap dilaksanakan peringatan Hari Pahlawan Nasional 2020 tentunya dengan peserta terbatas dan disesuaikan dengan prokes. Menurutnya perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kedaulatan NKRI patut terus dikenang sebagaimana tema hari pahlawan tahun 2020 yaitu “Pahlawanku Sepanjang Masa”.

“Apa yang telah dilakukan para pahlawan kiranya dapat menginspirasi dan memotivasi kita semua untuk meneruskan perjuangan mereka. Kalau dulu dengan mengangkat senjata, kini berjuang menghadapi segala permasalahan bangsa seperti kemiskinan, kebodohan, bencana alam, narkoba, termasuk berjuang menghadapi pandemi Covid-19 yang kini melanda negeri,” kata Menteri dalam sambutan tertulisnya.

Meskipun dalam masa pandemi Covid-19, peringatan Hari Pahlawan diharapkan tidak kehilangan maknanya, bahkan dapat memberi energi tambahan untuk menggugah kesadaran segenap elemen bangsa untuk terus bersatu. Semangat kepahlawanan yang terus menyala dapat dijadikan sebagai motor penggerak dalam upaya mengisi kemerdekaan dalam melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa.

Ketua LVRI Kota Denpasar, Djero Wiladja, mengatakan selama revolusi fisik khususnya di Kota Denpasar telah terjadi beberapa kali pertempuran mengakibatkan korban jiwa hingga 70 orang. Para pejuang kemerdekaan telah diabadikan di Taman Pujaan Bangsa Margarana Tabanan, dan beberapa juga sudah ada diabadikan di Kota Denpasar berupa patung dan tonggak-tonggak sejarah.

Pihaknya bersyukur dapat memperingati Hari Pahlawan meskipun di tengah situasi pandemi Covid-19. Dengan juga keikutsertaan Yayasan Sosial Cakra Cemerlang Internasional dan SMK Peberbangan Cakra Nusantara melaksanakan bakti sosial bekerja sama dengan Dinsos Kota Denpasar. “Kami mengapresiasi perhatiannya terhadap para veteran pejuang kemerdekaan di Kota Denpasar. Harapan kami generasi muda semakin tergugah dalam mengisi kemerdekaan ini dan meneruskan cita-cita para pendiri bangsa,” kata Djero Wiladja sembari memuji persiapan panitia, dimana setiap veteran yang mengikuti upacara diawali dengan pengecekan suhu tubuh, terus mencuci tangan dan memakai handsanitiser. 026

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.