Pergerakan Penumpang Bandara Ngurah Rai Mulai Meningkat Seiring Relaksasi Syarat Perjalanan

Sebuah pesawat parkir di Bandara Ngurah Rai, Tuban, Badung, Bali. Beberapa hari terakhir terjadi peningkatan pergerakan penumpang di bandara ini.
190 Melihat

MANGUPURA, posbali.co.id – Pergerakan trafik penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mulai mengalami peningkatan sejak beberapa hari terakhir. Kondisi itu menjadi angin segar bagi pariwisata di Bali, walaupun dampaknya belum signifikan. Peningkatan itu diharapkan membawa tren positif bagi arus wisata domestik ke Bali, sehingga pariwisata Bali bisa kembali pulih perlahan-lahan.

Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara I Gusti Ngurah Rai, Taufan Yudhistira, dikonfirmasi Selasa (24/8/2021) membenarkan pergerakan penumpang di Bandara Ngurah Rai memang mengalami peningkatan, baik kedatangan dan keberangkatan. Peningkatan berkisar 10 – 15 persen dibandingkan dengan hari biasa, “Memang ada sedikit peningkatan pergerakan. Lumayan lah, walaupun tidak terlalu banyak,” ujar Taufan Yudhistira.

Peningkatan pergerakan penumpang di Bandara Ngurah Rai, mulai terlihat sejak tes rapid antigen dibolehkan untuk persyaratan penerbangan menuju Pulau Jawa-Bali. Hal itu kemudian disusul dengan penurunan tarif harga tes PCR oleh pemerintah, yang tentunya ikut berdampak berkontribusi dalam peningkatan pergerakan penumpang.

Adapun rute yang masih mendominasi pergerakan yaitu rute dari dan ke Pulau Jawa, khususnya Jakarta dan Surabaya. “Kalau waktu PCR masih menjadi syarat wajib penerbangan, jumlah penumpang berada di angka seribuan. Sejak rapid antigen bisa dipergunaakan untuk Pulau Jawa-Bali dan penurunan tes PCR, sekarang jumlahnya diatas 2 ribuan,” jelas Taufan Yudhistira.

Dengan adanya peningkatan pergerakan penumpang tersebut, pihaknya berharap hal itu bisa menjadi titik awal kebangkitan pergerakan penumpang di Bandara Ngurah Rai. Sebab ketika pandemi melanda Indonesia, jumlah pergerakan penumpang di Bandara Ngurah Rai jauh merosot drastis. Ia juga berharap agar pandemi bisa segera berakhir dan Covid-19 bisa dikendalikan, sehingga hal itu bisa melonggarkan persyaratan penerbangan. Dengan demikian, maka hal itu tentu akan meningkatkan tarfik pergerakan penumpang dan penerbangan.

Di sisi lain, syarat PPDN via transportasi udara diakuinya belumlah berubah hingga saat ini. Sebab sampai sekarang Bali masih dalam status PPKM level 4. Kendati status PPKM Jawa-Bali telah diturunkan dari level 4 ke level 3, namun penurunan itu sebagian besar berada di wilayah Pulau Jawa. 023

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.