Peredaran 1 Kg Sabu-sabu di NTB Berhasil Digagalkan

176 Melihat
Foto : Barang haram sabu-sabu seberat 1 Kg yang berhasil diamankan pihak BNNP NTB serta dua orang tersangka yang kini terborgol.

MATARAM, POSBALI.CO.ID – Jajaran Badan Narkotika Nasional Propinsi NTB melalui Pemberantasan berhasil mengungkap dan menggagalkan peredaran gelap Narkotika jenis Sabu-sabu pada Jumat (13/11) lalu. Demikian disampaikan Kepala BNNP NTB Brigjen Pol Drs. Gede Sugianyar Dwi Putra dalam keterangan persnya Senin (16/11).

Tak tanggung-tanggung, sabu-sabu yang berhasil diamankan jajaran BNNP NTB itu seberat 1 Kg sekitar pukul 14.30 Wita di Terminal kedatangan Domestik Bandar Udara Internasional Lombok (BIL). Selain barang haram itu, BNNP juga turut mengamankan dua orang tersangka yang diketahui sebagai kurir yakni seorang pria berinisial A (33) asal Bangket Atas Dusun Jurit Selatan Desa Jurit Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur serta S (35) dengan asal yang sama pula. “Kedua pelaku diamankan berserta barang bukti Narkotika dengan Total berat barang bukti diduga narkotika golongan 1 jenis shabu adalah 1 Kg,” ungkapnya.

Selain sabu-sabu, turut diamankan tiga unit handphone serta satu unit mobil Toyota Agya warna putih yang dipergunakan untuk mengantar barang haram tersebut. “Dari keterangan yang diperoleh, A akan mendapat upah sebesar Rp 100 juta dan S akan mendapat upah sabu-sabu seberat 1 ons,” imbuhnya lagi.

Adapun kronologis penangkapan itu yakni pada hari Jum’at (13 /11) sekitar pukul 14.30 wita, bertempat di Terminal Kedatangan Bandar Udara Internasional Lombok (BIL) Berdasarkan informasi dari masyarakat telah mengamankan A yang diduga membawa Narkotika jenis shabu-shabu dalam Kopernya. Dan setelah dilakukan penggeledahan terhadap koper tersangka ditemukan 10 (sepuluh) paket Narkotika jenis shabu dan 1 (satu) plastik
bening ukuran besar yang masih terdapat sisa shabu yang semuanya di sembunyikan dalam tumpukan pakaian tersangka.

Setelah diinterogasi yang bersangkutan mengambil narkotika tersebut dari wilayah Pekanbaru – Riau atas perintah saudaranya atas nama S. “Selanjutnya tim melakukan pengembangan di sekitar tempat parkir BIL dan berhasil
mengamankan tersangka lain atas nama S yang diduga sebagai pemilik barang dan penjemput
tersangka. Selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawa kekantor BNN Provinsi NTB untuk dilakukan
pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Pun berdasarkan investigasi cepat, tim menemukan beberapa fakta bahwa barang yang diambil saudara A merupakan  barang dari saudara S yang melakukan transaksi dengan salah seorang Napi kasus Narkotika Lapas Batam. Atas perbuatannya, pelaku disangkakan melanggar pasal 114 ayat (2) atau pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati dan minimal 5 tahun penjara.

Dengan banyaknya barang bukti yang diamankan yakni 1 Kg Sabu-Sabu, jika diuangkan itu senilai Rp 1,8 miliar jika harga per gramnya Rp 1,8 juta. “Dan apabila diasumsikan 1 gram sabu dikonsumsi oleh 12 orang, maka dengan pengungkapan tersebut, setidaknya BNNP NTB telah berhasil menyelamatkan kurang lebih 12.000 anak bangsa di NTB dari penyalahgunaan narkoba,” paparnya.

Tak berhenti sampai disitu, mengingat beberapa kejadian dan asal dari para pengedar ada di wilayah Lombok Timur, Sugianyar menyatakan bahwa pihaknya sudah mengusulkan ke BNN Pusat untuk menaikkan status BNK Lotim menjadi BNN secara vertikal. “Ini sebagai wujud komitmen kita untuk memberantas peredaran gelap barang haram tersebut,” katanya.

Menurutnya, narkoba adalah ancaman serius bagi bangsa dan Negara khususnya daerah Provinsi
NTB yang menyebabkan lost generation. “Saatnya kita semua ambil peran lawan narkoba, seluruh masyarakat NTB harus memiliki semangat anti narkoba. Kepada seluruh kalangan masyarakat NTB apabila terdapat aktivitas yang mencurigakan,
seperti adanya kegiatan transaksi jual beli narkotika ataupun mungkin produksi, jangan ragu untuk melaporkannya kepada pihak yang berwenang baik Kepolisian maupun BNN,” harapnya mengimbau. 033

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.