Peran Media Sangat Penting Edukasi Masyarakat Soal Covid-19

39 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal (Letjen) TNI Doni Monardo menegaskan, peran media sangat strategis dalam mengedukasi masyarakat seputar Covid-19. Terutama untuk memberi pemahaman yang benar tentang Covid-19 dan berbagai upaya penanggulangannya.
“Data yang kami peroleh, 63 persen keberhasilan sosialisasi itu ada tangan media. Perannya besar dan strategis sekali. Tantangan kita sekarang adalah bagaimana kita menyampaikan sosialisasi (yang benar) tentang Covid-19,” ujar Doni dalam zoom meeting serangkaian program Fellowship Jurnalisme Perubahan Perilaku (FJPP), Rabu (14/10/2020).
Fellowship Jurnalisme Perubahan Perilaku (FJPP) merupakan kerja sama antara Dewan Pers dengan (Satgas) Penanganan Covid-19. Program ini diikuti lebih dari 3.500 jurnalis yang berasal dari media cetak, elektronik dan online.
Menurut mantan Danjen Kopassus ini, informasi di media (baik media mainstream maupun media sosial) merupakan referensi masyarakat tentang pandemi Covid-19. Sayangnya, informasi yang disampaikan belum tentu benar, sehingga masyarakat dengan literasi rendah akan lebih percaya pada informasi hoax daripada berita yang benar dan faktual.
Dengan mengutip survei Badan Pusat Statistik (BPS) yang belum lama ini dirilis, Doni menyampaikan keprihatinannya. Di mana, ada sekitar 17 persen penduduk Indonesia dari Sabang sampai Marauke yang tak percaya akan adanya Covid-19.
“Mereka menganggap tidak mungkin dan sangat tidak mungkin untuk terpapar Covid-19. Ini menjadi tantangan kita semua, termasuk para jurnalis,” tandas Doni yang juga Kepala BNPB ini.
Dia menjelaskan, bila dikonversikan dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 260 juta orang, 17 persen itu berarti setara dengan 44,9 juta orang. Itu jumlah yang besar, sehingga diperlukan peran jurnalis untuk mengedukasi masyarakat dan menyampaikan informasi yang benar dan faktual. Termasuk menginformasikan upaya pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 dan membantu menyosialisasikan Protekol Kesehatan 3-M (selalu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan).
Sementara itu, pemateri lainnya Agus Sudibyo berharap agar para jurnalis, terutama yang terlibat dalam program FJPP bisa bertindak sebagai hoax fact cheker untuk menjernihkan informasi yang tidak benar. “Ini merupakan tanggung-jawab moral seorang jurnalis,” ujar Agus. gre

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.