Peran Kartini di Tengah Pandemi Covid-19

Foto: Sari Galung tampak menyemprotkan disinfektan di areal rumahnya.
1,929 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Setiap tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini yang merupakan hari bangkitnya emansipasi perempuan. Seperti halnya di tengah pandemi Covid-19 ini, kaum perempuan turut berperan aktif untuk mencegah penyebaran virus ini. Bahkan, jumlahnya mendominasi khususnya yang bekerja sebagai tenaga medis dalam menangani pasien covid-19 ini.

“Tidak hanya itu, di tingkat rumah tangga, kaum perempuan juga dituntut harus lebih kreatif dan cerdas mengatur kebutuhan rumah tangga. Pasalnya, dampak dari Covid-19 ini juga menyebabkan perekonomian turun drastis akibat penerapan social serta physical distancing,” kata tokoh masyarakat asal Sesetan, Ni Wayan Sari Galung saat ditemui di Denpasar, Senin (20/4/2020).

Menurutnya, perkonomian Bali turun akibat sepinya pariwisata. Bahkan, kunjungan wisatawan ke Bali saat ini nihil. “Kurang lebih 70 persen perekonomian Bali itu mengandalkan sektor pariwisata. Namun akibat dampak Covid-19 ini, sudah banyak masyarakat khususnya yang bekerja di sektor pariwisata hanya digaji setengah dan bahkan dirumahkan,” jelas Sari Galung yang juga Anggota Komisi IV DPRD Bali.

Selain mengisi bidang pekerjaan di banyak sektor, kaum feminin, khususnya perempuan Bali, saat ini banyak menjadi pendorong ekonomi rumah tangga maupun keluarga besar. Ketangguhan itu telah teruji bukan hanya pada saat terjadi wabah global covid-19 seperti sekarang.

Namun, dalam kesehariannya, para wanita perkasa di Bali ini, juga banyak mengisi tugas-tugas penting sebagai pekerja yang mendapatkan upah (paid worker). Bahkan, di era kesetaraan gender sekarang, mereka juga bekerja hingga luar negeri sebagai pahlawan devisa.

Sari Galung mengatakan, kiprah perempuan Bali saat ini tidak bisa dianggap sebelah mata. Ia mencontohkan, sebagai pekerja di luar negeri, khususnya srikandi Bali, membawa dolar ke tanah air. Secara tidak langsung, mereka juga akan menggerakkan ekonomi Bali di tengah kelesuan yang saat ini tengah terjadi.

“Kalau disebut Kartini era modern, iya, para perempuan saat ini memiliki banyak peluang untuk bekerja. Bahkan, pekerjaan yang dulu hanya dilakukan kaum pria, sekarang banyak diisi oleh perempuan,” ujarnya demikian.

Sari Galung juga menyinggung soal pekerja medis perempuan yang sebagian besar didominasi oleh perempuan. Seperti diketahui, di Bali cukup banyak lembaga pendidikan keperawatan atau pekerja medis lainnnya. Lembaga pendidikan itu, secara otomatis menyalurkan sumber daya manusia siap pakai kepada rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya.

Saat ini, menurut Sari Galung, tenaga perawat itu banyak yang berada di garda terdepan dalam menangani secara langsung pasien covid-19. “Mereka bukan saja sebagai pahlawan ekonomi tapi juga pahlawan kemanusiaan, tugas itu harus mendapatkan apresiasi tinggi, bukan malah penolakan ketika kembali ke masyarakat,” jelas Sari Galung.

Menurutnya, gerakan feminisme saat ini telah terjadi dimana-mana. Di sisi lain, perempuan juga memiliki tugas kodrati seperti melahirkan, menyusui dan merawat anak. Namun, menurut Sari Galung, kodrat yang melekat pada diri perempuan tetap dilakoni, sementara mereka juga berada untuk tugas mencari penghidupan dan karir. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.