Penyidik Pidsus Kejari Buleleng Geledah Kantor LPD Anturan

Tim Penyidik Pidsus Kejari Buleleng foto bersama usai melakukan penggeledahan kantor LPD Anturan, Rabu (20/1/2021).
371 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng menggeledah kantor LPD Anturan pada Rabu (20/1/2021). Penggledahan dilakukan untuk mencari sejumlah alat bukti yang berkaitan dengan dugaan penyelewengan aset dan pengelolaan keuangan LPD Anturan. Proses lenggeledahan berlangsung hampir 7 jam sejak pukul 10.00 sampai17.30 WITA, yang disaksikan oleh Klian Adat Desa Anturan, Ketut Mangku.

Kasi Intel Kejari Buleleng, AA Ngurah Jayalantara, mengatakan, dari hasil penggeledahan tersebut, penyidik menyita 3 boks yang berisi puluhan dokumen. Penyidik juga menyita 1 unit mobil Toyota Fortuner hitam bernopol DK 1375 UZ. “Sekarang masih dalam tahap pemeriksaan bukti-bukti yang ada,” kata Ngurah Jayalantara.

Kasi Pidsus Kejari Buleleng, Wayan Genip, menegaskan, dokumen yang disita oleh penyidik merupakan dokumen pengelolaan keuangan LPD Anturan. Adapun dokumen tersebut, yakni bilyet giro, sejumlah rekening bank, hingga 12 sertifikat tanah kaveling.

Penyidik juga menyita polis asuransi atas nama Ketua LPD dan salah satu karyawan yang diduga menggunakan dana atau keuangan LPD Anturan. “Jadi sertifikat tanah ini adalah aset LPD, tapi dicantumkan atas nama pribadi Ketua LPD,” ungkap Genip.

Sementara itu, mobil yang disita merupakan mobil operasional LPD Anturan. “Bukti kepemilikan mobil ini atas nama perorangan atau pribadi. Jadi, ada indikasi pelepasan hak aset. Mobil kami sita untuk mengantisipasi dipindahtangankan ke pihak ketiga,” katanya.

Genip menjelaskan, proses ini masih dalam tahap pengumpulan bukti dan keterangan, termasuk mengungkap jumlah nominal rekening milik LPD yang dibuat atas nama pribadi Ketua LPD. “Rekening tersebut sudah diblokir. Nilainya bervariasi, kami belum cek secara mendetail saldonya,” jelas Genip.

Dalam waktu dekat, pihak Kejari Buleleng akan memanggil para pengurus LPD Anturan, termasuk Ketua LPD Anturan, Komang Arta Wirawan, untuk diperiksa. Disinggung terkait kerugian negara yang timbul, Genip mengaku, belum bisa memastikan. Tidak menutup kemungkinan nanti dilakukan audit oleh tim Kejaksaaan. “Nanti hasil penyidikan menentukan apakah perlu dilakukan audit atau tidak. Indikasi penyalahgunaan uang negara masih didalami,” pungkasnya.

LPD Anturan menuai polemik ketika ada beberapa nasabah yang hendak mencairkan deposito dan tabungan tidak bisa dipenuhi oleh LPD tersebut. Diduga ada indikasi penyimpangan aset dan keuangan LPD.

Ketua LPD Anturan, Komang Arta Wirawan, beberapa waktu lalu berkilah masalah keuangan LPD karena dampak pandemi Covid-19. LPD Anturan terakhir memiliki aset kurang lebih Rp200 miliar. Bahkan, banyak kreditur kini tidak bisa membayar kredit karena dampak pandemi Covid-19, sehingga menyebabkan pihak LPD tidak bisa mencairkan dana. 018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.