Penyekatan Pantai di Denpasar, Cegah Kerumunan Hari Suci Banyu Pinaruh

Satpol PP dan Pecalang di Kota Denpasar melakukan penyekatan di pintu masuk pantai untuk mencegah terjadinya kerumunan saat upacara Banyu Pinaruh
39 Melihat

DENPASAR, POS BALI – Kerumunan bisa meningkatkan resiko penularan Covid-19. Karena itu pentingnya mencegah kerumunan warga, termasuk kerumunan pada aktivitas keagamaan, agar tidak terjadi penularan Covid-19.

Saat upacara Banyu Pinaruh Umat Hindu pada Minggu (29/8/2021), Satpol-PP dan Pecalang di Kota Denpasar melakukan penyekatan ke sejumlah pantai untuk mencegah terjadinya kerumunan.

Untuk diketahui, Banyu Pinaruh dilakukan sehari setelah Hari Raya Saraswati. Saat Banyu Pinaruh, masyarakat Hindu di Bali akan melaksanakan upacara pelukatan ke sumber mata air baik ke pantai maupun ke air klebutan.

Penyekatan itu bagian dari kegiatan pendisiplinan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 di Kota Denpasar. Saat PPKM Level 4 ini, pantai-pantai memamg ditutup dari aktivitas warga.

Kasatpol-PP Kota Denpasar Dewa Anom Sayoga mengatakan, penyekatan di pintu masuk sejumlah pantai di Kota Denpasar agar warga tidak datang ke pantai. Pihaknya juga mengimbau masyarakat yang melaksanakan ritual penglukatan Hari Suci Banyu Pinaruh kali ini agar dilakukan rumah masing- masing.

Penyekatan itu, kata dia, untuk menghindari terjadinya kerumunan yang berpotensi menciptakan klaster penularan Covid-19.

“Karena saat ini Denpasar masih menerapkan PPKM Level 4 dimana pantai yang menjadi obyek wisata dan tempat melukat masih ditutup. Jadi kami melakukan upaya humanis mengingatkan masyarakat untuk tidak datang ke pantai,” kata Sayoga.

Pantai yang dilakukan penyekatan adalah Pantai Mertasari, Pantai Batu Jimbar, Pantai Cemara Geseng, Pantai Sindhu,Pantai Segara Ayu, Pantai Kusuma Sari, Pantai Matahari Terbit Sanur, Pantai Karang, Pantai Duyung serta Pantai Semawang.

Lebih lanjut ia meminta masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan prokes, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

” Kami juga menghimbau agar masyarakat untuk tidak mengendurkan penerapan disiplin protokol kesehatan dimanapun saat beraktivitas,” ujarnya.

Perkembangan kasus Covid-19 di Denpasar pada Minggu (29/8/2021) mulai melandai. Kasus positif tercatat sebanyak 89 orang. Sebanyak 45 orang di antaranya belum divaksin. Adapun pasien sembuh sebanyak 267 orang. Pasien meninggal dunia 9 orang, 8 orang di antaranya belum divaksin.

Secara komulatif kasus Covid-19 di Kota Denpasar hingga Minggu (29/8/2021),
kasus positif tercatat 35.467 orang, pasien sembuh 32.712 orang (92,23 persen), meninggal dunia 843 orang (2,38 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan 1.912 orang (5,39 persen).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai mengatakan, tren penularan bagi masyarakat yang belum vaksinasi masih tinggi. Selain itu, kasus meninggal dunia juga masih tinggi dengan dominasi masyarakat yang belum vaksinasi.
Ia meminta masyarakat untuk mengikuti vaksinasi.

Dewa Rai juga mengajak masyarakat Kota Denpasar untuk tidak mengendurkan kedisplinan menerapkan prokes. “Disiplin prokes adalah cara efektif untuk menekan penyebaran virus Covid -19,” kata Dewa Rai. 010

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.