Penyebrangan Limbah Medis, BPTD “Clear” ASDP “Menghambat”

116 Melihat

DENPASAR, POS BALI Koordinator Satuan Pelayanan Gilimanuk dari Balai Penyebrangan Transportasi Darat (BPTD)  Nyoman Sastrawan menegaskan limbah medis dan B3 tidak boleh tertahan lebih  dua hari di pelabuhan

Menurutnya, sekarang penyebrangan transporter limbah medis dan B3 lebih terjadwal tiap sejak ada regulasi baru yang mengatur pemisahan dengan angkutan reguler.  “Kalau sekarang jadwalnya tiap hari. Tidak ada istilah hari Senin, Rabu, Jumat. Kapanpun bisa diangkut. Karena, kita sudah atur selama kapal itu terjadwal.  Sekarang ada, ya sekarang diangkut. Walau hanya ada satu kendaraan limbah, tetap diangkut. Tidak ada yang nginep-nginep lagi. Saya malah disuruh bikin surat pernyataaan dari pak Kepala Balai. Tapi, selama ini dengan BPTD tak ada masalah. Makanya saya bilang, walau ada satu kendaraan tetap jalan. Karena itu sudah menjadi pekerjaan kami,” tegasnya saat diwawancara wartawan, Senin (18/10).

Terkait operator kapal yang tidak mendapat izin dari ASDP, Sastrawan menjelaskan, ASDP itu operator pelayaran dan pemilik dermaga.  Sebelum limbah masuk areal pelabuhan, wajib melapor dulu ke ASDP untuk mengurus izinnya dan pihaknya menerima tembusan suratnya, yang diteruskan ke operator kapal.  “Begini, ASDP itu operator pelayaran. Khan pemilik dermaga. Sebelum limbah itu masuk ke areal pelabuhan, dia harus lapor dulu dan membuat surat izin. Setelahnya, tembusan ke kami. Kami kan cuma ngangkut saja. Limbah tidak boleh lama tertahan, apalagi lebih dari 2 hari,” tegasnya.

Ia menambahkan, sejak dibentuknya keagenan dan diadakan sosialisasi, justru semua dipermudah pengangkutan limbah medis dan B3. Apalagi pihak Gapasdap (Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan) telah merekomendasikan 5 kapal khusus, yang bertugas mengangkut limbah. Bahkan, kapal tersebut telah memiliki asuransi pengangkut limbah.

“Sejak dibentuk agen dan ada sosialisasi malah jadi lancar sekarang. Memang kalau dulu, jumlah kapalsedikit, cuma ada kapal Samudera Utama saja. Itu sebelum ada rekomendasi dari Gapasdap. Tapi, sekarang, sudah ada 5 kapal. Jadi, tiap hari ada proses pengangkutan limbah. Kalau satu kapal off, masih ada kapal lainnya. Jadi, sekarang lancar,” jelasnya.

Soal adanya keagenan Kepala ASDP Gilimanuk, Windra justru mengelak dan menyebutkan hal itu hanya data mereka. “Mana rekomendasi dan kuasanya. Di kami itu, untuk pengurusan limbah B3, tidak wajib pakai agen. Silakan transpoter bermohon sendiri ke ASDP dan cari operator yang bisa mengangkut. Itu saja,” kata Windra saat dihubungi POS BALI

Terkait tertahan sejumlah transpoter limbah beberapa waktu lalu Windra menyebut pakai agen dibolehkan, tapi, pihaknya tak rekomendasi. “Maaf, bukan kami tidak merekomendasikan, tetapi, tidak kami anjurkan. Silakan, transporter bermohon, nanti kami arahkan ke kapal-kapal yang muat B3,” terangnya. poll

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.