Penyebaran Corona Melonjak Tinggi, Jawa-Bali PSBB 11 – 25 Januari

Grafis rencana pemberlakuan PSBB di Pulau Jawa dan Bali, guna menekan lonjakan kasus Covid-19.
408 Melihat

JAKARTA, posbali.co.id – Pemerintah pusat akhirnya memutuskan untuk memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB secara ketat di seluruh provinsi di Pulau Jawa dan Bali mulai tanggal 11-25 Januari 2021. Keputusan PSBB ketat ini demi menekan angka penyebaran corona yang terus melonjak tinggi. Bahkan pada periode Rabu (6/1/2021), angka positif Covid-19 secara nasional mencapai rekor harian baru sebesar 8.854 kasus.

Keputusan penerapan PSBB ini disampaikan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto di Istana Negara Jakarta, Rabu (6/1/2021). “Pemerintah mendorong bahwa pembatasan ini dilakukan pada 11-25 Januari 2021 dan pemerintah akan terus melakukan evaluasi,” kata Airlangga.

Penerapan PSBB dilakukan di provinsi Jawa-Bali, karena di seluruh provinsi tersebut memenuhi empat parameter yang ditetapkan. Parameter tersebut yaitu tingkat kematian di atas rata-rata tingkat kematian nasional atau 3 persen, tingkat kesembuhan di bawah rata-rata tingkat kesembuhan nasional yaitu 82 persen. Kemudian tingkat kasus aktif di bawah kasus aktif nasional yaitu 14 persen, dan tingkat okupansi rumah sakit untuk ICU dan isolasi di atas 70 persen.

Pemerintah, kata dia, akan melakukan pengawasan secara ketat untuk pelaksanaan protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan). Selain itu juga meningkatkan operasi yustisi yang akan dilaksanakan Satpol PP, aparat kepolisian, dan unsur TNI. “Sekali lagi ini sesuai amanat dari PP 21 Tahun 2020 (tentang PSBB) di mana mekanisme sudah jelas yaitu sudah ada usulan daerah dan juga Menkes serta edaran dari Mendagri,” kata Airlangga.

Dengan begitu diharapkan pada 11-25 Januari 2021, mobilitas orang di Pulau Jawa dan Bali akan dimonitor secara ketat. Ia menambahkan pada saat bersamaan pemerintah diharapkan sudah menyiapkan program vaksinasi sehingga tingkat kepercayaan masyarakat bertambah. “Dengan pengetatan pembatasan ini bukan pelarangan, seluruh aktivitas tersebut tetap masih dijalankan dengan protokol kesehatan yang ketat,” kata Airlangga Hartarto.

Dalam mengambil keputusan, Airlangga mengatakan bahwa pemerintah melihat data perkembangan penanganan Covid-19, seperti zona risiko penularan virus corona, rasio keterisian tempat tidur isolasi dan ICU. Selain itu, pemerintah juga melihat kasus aktif Covid-19 yang saat ini telah mencapai 14,2 persen.

Menurut Airlangga, pembatasan sosial di provinsi, kabupaten, atau kota harus memenuhi parameter terkait penanganan Covid-19. Selanjutnya, kasus aktif di bawah kasus aktif nasional sebesar 14 persen, dan keterisian RS untuk tempat tidur isolasi dan ICU di atas 70 persen. Pembatasan kegiatan masyarakat ini antara lain membatasi tempat kerja dengan WFH 75 persen, belajar dilakukan secara daring, jam operasional pusat perbelanjaan, hingga jam operasi moda transportasi.

Keputusan pemerintah pusat ini agak mengejutkan, sebab sehari sebelumnya, Selasa (5/1/2021) lalu, Gubernur Bali Wayan Koster mengumumkan bahwa Provinsi Bali mencapai peringkat tertinggi di Indonesia dalam penerapan protokol kesehatan (prokes). Di antaranya kepatuhan memakai masker dengan persentase mencapai 96,47%, dan juga kepatuhan menjaga jarak serta menghindari kerumunan dengan persentase mencapai 91,95%.

Pencapaian hasil dari penerapan protokol kesehatan tersebut, penambahan kasus baru terkendali rata-rata 98 orang per hari dari data tanggal 4 Januari 2021, tingkat kesembuhan mencapai 90,96% tertinggi di Indonesia, dan tingkat kematian terkendali dan cenderung menurun, rata-rata kurang dari 5 orang per hari secara kumulatif mencapai 2,95%.

“Pencapaian kinerja yang baik ini menunjukkan tingkat kepatuhan masyarakat dengan tertib, disiplin, dan penuh tanggung jawab dalam menerapkan protokol kesehatan sesuai arahan dan kebijakan Pemerintah Pusat serta Pemerintah Daerah,” ujar Koster di Jayasabha, Denpasar.

Untuk diketahui, sejak tanggal 1 Januari, perkembangan kasus Covid-19 di Provinsi Bali merujuk pada data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali terus meningkat. Bahkan angkanya di atas 100 orang per hari. Kasus positif pada 1 Januari bertambah sebanyak 101 orang, 2 Januari bertambah sebanyak 165 orang, 3 Januari 119 orang, 4 Januari 118 orang, 5 Januari bertambah 167 orang, dan Rabu bertambah 191 orang, terdiri dari 189 orang melalui transmisi lokal dan 2 Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN). 019/002/dbs

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.