Pentas Wayang Inovatif “Sudamala”: Simbolkan Penyucian Bumi, Hilangkan Pandemi

Penampilan kesenian wayang inovatif yang dibawakan oleh Sanggar Genta Wisesa serangkaian Denfest ke-13 pada Rabu (25/11).
593 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Beragam sajian memeriahkan gelaran Denpasar Festival (Denfest) ke-13 tahun 2020. Serangkaian mata acara Denpasar Maprawerti turut disajikan Pementasan Wayang Inovatif. Kesenian yang dibawakan oleh Sanggar Seni Genta Wisesa ini mengambil judul “Sudamala” pada gelaran secara virtual, Rabu (25/11).

Menggunakan perpaduan antara gambelan gender wayang pementasan secara umum sama seperti pementasan kesenian wayang biasanya. Hanya saja dalam sajiannya turut menambahkan unsur tarian langsung dengan penokohan Rangda dan Barong.

Ketua Sanggar Genta Wisesa, Agung Wisnawa, menjelaskan, kesenian Bali memang secara berkelanjutan terus mengalami perkembangan dari masa ke masa. Kesenian inovatif juga menjadi buah pemikiran sebagai muara dari pengembangan kesenian tradisi di Bali. Dengan memberikan sajian kesenian tradisi yang lebih inovatif diharapkan perlahan mampu menggugah masyarakat untuk kembali menyukai kesenian tradisi Bali.

“Kita ketahui bersama bahwa kesenian tradisi khususnya wayang memang memiliki peminat yang dapat dikatakan mulai berkurang, sehingga dengan sajian yang dikemas lebih inovatif diharapkan mampu membangkitkan gairah dan kecintaan masyarakat terhadap kesenian wayang,” ujarnya

Agung Wisnawa mengatakan cerita yang diangkat dalam pementasan wayang ini yakni Sudamala. Diangkatnya kisah ini tak lepas dari situasi perkembangan saat ini di mana terjadi pandemi Covid-19. Dia menuturkan, diceritakan dalam purana dan susastra Hindu bahwa manifestasi Dewa Siwa sebagai Dewa Rudra yang turun ke bumi untuk menemukan Dewi Durga menyebabkan adanya gerubug atau wabah penyakit.

Hal ini pun diibaratkan sebagai pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini dan melanda seluruh dunia termasuk di Bali. Karenanya, dilaksanakan penyupatan atau penyucian bumi dan alam semesta oleh Dewa Wisnu yang turun ke bumi bermanifestasi sebagai Barong Bangkal.

“Tentunya selain dapat melestarikan kesenian wayang dan mengembangkan kesenian itu sendiri, dengan pementasan ini juga diharapkan semoga gering, gerubug pandemi Covid-19 ini dapat diatasi dan segera dilebur,” ujarnya seraya berharap Denfest ke-13 dapat menjadi wahana kreativitas bagi seniman di Kota Denpasar di masa pandemi Covid-19 saat ini. rap

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.