Pengorbanan Masyarakat Bali

198 Melihat

 

Oleh : Made Nariana

SEORANG tokoh dan intelektual Hindu dalam suatu kesempatan, di sebuah forum, bertanya… pernahkan Anda menghitung, berapa pengorbanan masyarakat, dalam menjaga alam, budaya, adat dan agamanya di Bali? Betapa pengorbanan masyarakat, khususnya Umat Hindu menjaga alam dan lingkungan mereka?

Jawaban dari pertanyaan tersebut belum pernah dihitung dengan pasti. Tetapi yang jelas, masyarakat Bali setiap hari dan pada hari-hari yang dianggap suci — melakukan pengorbanan dan melakukan yadnya suci untuk menjaga alam serta isinya. Hal ini sudah dilakukan berabad-abad lamanya.

Dalam dekade belakangan ini, masyarakat menghaturkan sesajan – minimal canang sari disertai dupa di pemerajan (sanggah) masing-masing-masing. Belum tempat suci di kantor dan instansi. Sekarang coba hitung, berapa pemerajan (sanggah) pribadi ada di Bali, berapa pelinggih dan pelangkiran ada di kantor-kantor………? Di sanalah umat mohon keselamatan dan sinar suci sehingga mereka damai dalam melakukan pekerjaan dan profesi sehari-hari.

Pengorbanan yadnya sehari-hari itu, belum dihitung dengan melakukan upacara pada saat hari-hari suci lainnya seperti Kajeng Kliwon, Galungan, Kuningan, Nyepi, Upacara untuk binatang, keris, tumbuhan-tumbuhan, upacara Pitra Yadnya, Manusia Yadnya, Dewa Yadnya dan lain-lain.

Selain itu piodalan di Pura para Leluhur, Kayangan Tiga, Sad Khayangan, Khayangan Jagat dan seterusnya.

Banyak upacara dilakukan Umat Hindu, demi keselamatan alam lingkungan, diri sendiri, keluarga, masyarakat, termasuk menjaga keselamatan nusa dan bangsa ini.

Dengan ketekunan masyarakat Bali menjaga lingkungan sekala (dalam kondisi nyata) dan niskala (kondisi maya/tidak nyata) itulah – Pulau Bali terkenal di dunia. Bali sudah beberapa kali diakui sebagai destinasi wisata paling terkenal di dunia mengalahkan destinasi-destinasi terkenal di belahan dunia lain.

Tetapi sekalipun demikian, apakah masyarakat Bali sudah dapat hidup makmur dan sejahtera? Ternyata belum.

Anugrah yang diberikan alam Bali, belum memberikan keadilan bagi masyarakat yang melakukan pengorban begitu besar menjaga lingkungan alam beserta isinya.

Terjadi ketidakadilan!!. Banyak kalangan luar Bali dan orang di dalam Bali sendiri –memanfaatkan kemasyuran dan keterkanalan Bali untuk mengeruk keuntungan, tanpa bersedia ikut membangun Bali.

Sekalipun tidak semuanya, tetapi banyak pengusaha membangun di Bali hanya untuk mengeruk keuntunganm, kemudian dilarikan ke luar Bali.

Seharusnya pengusaha tersebut ikut membangun Bali. Artinya keuntungan yang didapat dipakai membantu masyarakat membangun dan mengembangkan alam, budaya, adat dan agamanya dengan lebih adil lagi.

Sebab bidang itulah yang menyebabkan Bali terkenal di dunia. Jika alam, adat, budaya dan agama Bali eksis — tetap terjaga – maka Bali akan selalu menjadi tempat pelancongan yang nyaman, aman dan damai. Dengan demikian timbal-baliknya, usaha industri pariwisata juga akan tetap berkembang serta maju, memberikan keuntungan material bagi pemiliknya.

Banyak pihak mengatakan, kondisi timbal balik inilah yang kurang adil, sehingga dipercaya alam Bali menjadi “marah”. Sekali lagi alam Bali menjadi marah.

Boleh jadi salah satu kemarahan tersebut tercermin dengan mewabahnya Corona alias Covid-19, sehingga banyak industri pariwisata kolaps, bahkan bangkrut alias mati.

Saya berharap, pengalaman ini dipakai pelajaran untuk mawas diri. Artinya di saat banyak mendapat keuntungan, dibagi secara adil – untuk masyarakat di Bali, jangan dibawa lari ke luar Bali demi kepentingan sendiri.

Kalau Anda hanya membangun dan mengeruk keuntungan di Bali, tanpa IKUT MEMBANGUN BALI, lambat laun alam Bali dan masyarakatnya akan marah, dan dipastikan merugikan kita semua. Apakah itu yang kita mau? Saya kira tidak!!.

Siapa pun menjadi pemimpin-pemimpin di Bali, hendaknya memiliki semangat mengoreksi ketidak-adilan yang terjadi selama ini. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.