Pengguna Narkoba di Bali Capai 15 Ribu Orang, 90 Persen Gunakan Sabu-sabu

Kepala BNNP Bali, Brigjen Gede Sugianyar Dwi Putra, menunjukkan barang bukti narkoba yang disita petugas dari tangan tersangka penyalahguna narkoba saat rilis kasus di kantor BNNP Bali, Rabu (13/10/2021).
52 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali mencatat pengguna narkoba di Bali pada tahun 2020 jumlahnya mencapai sekitar 15 ribu orang. Dari 15 ribu orang tersebut 90 persen memakai narkoba jenis sabu-sabu, sementara 5 persennya memakai narkoba jenis ganja.

‘’Data itu merupakan hasil penelitian BNN RI dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang dilakukan selama tahun 2020, dan mengungkap adanya fakta mengejutkan mengenai meningkatnya jumlah pecandu sabu-sabu di Provinsi Bali,’’ kata Kepala BNNP Bali, Brigjen Gede Sugianyar Dwi Putra, di Kantor BNNP Bali, Rabu (13/10) kemarin.

Ia menerangkan, prevalensi 15 ribu penyalahgunaan narkoba di Bali harus dipikirkan agar mereka semua tidak lagi mau menggunakan narkoba. Salah satunya melalui program rehabilitasi.

Ia menyebutkan, penyalahgunaan narkoba banyak di usia produktif dari 15 hingga 35 tahun. Pendekatan presuasif ke sekolah-sekolah dan universitas penting dilakukan oleh BNN, mengingat para bandar benar-benar mengincar usia anak-anak sekolah maupun mahasiswa.

‘’Ini menjadi tantangan besar bagi BNNP Bali, dalam menciptakan lingkungan Bali yang lebih Bersinar (Bersih Narkoba) dengan mengedapankan pendekatan persuasif melalui program rehabilitasi yang mampu meyakinkan para pecandu tersebut untuk mau berhenti menggunakan narkoba,’’ lugas Sugianyar.

Ia meminta masyarakat yang dirinya, keluarga bahkan orang sekitar yang merupakan pecandu narkoba tidak takut untuk melapor dan melakukan rehabilitasi di BNNP Bali. ‘’Jangan takut bagi para pecandu narkoba untuk mengajukan rehabilitasi, tidak dipungut biaya, tidak diproses hukum serta kerahasiaan dan privasinya dijamin,’’ ujarnya.

PASAR POTENSIAL

Pada kesempatan berbeda, Rabu (13/10/2021) Kepala BNNP Bali Brigjen Sugianyar muga mengungkapkan penangkapan pengedar sabu-sabu seberat 1 kilogram. “Ini menandakan Bali masih menjadi pasar potensial bagi bandar narkoba, meskipun masa Pandemi Covid-19 masih berlangsung di Bali,’’ ujarnya.

Menurut Sugianyar, dengan adanya penangkapan sabu-sabu senilai Rp2 miliar dari tersangka Medi Sanjaya alias Kimo (21), bukan dinilai dari materinya saja, tapi bagaimana BNNP Bali telah berhasil menyelamatkan setidaknya 10 ribu warga Bali dari bahayanya peredaran barang terlarang ini. “Walaupun masih ada saja yang lolos, tetapi ini tetap menjadi tugas kita untuk mengatasinya. Tentunya BNN tidak bekerja sendiri tetapi harus dibantu stakeholder terkait dalam mewujudkan Bali yang lebih bersinar,” jelasnya.

Sugianyar menjelaskan, kronologis penangkap tersangka Kimo ini berawal dari adanya informasi kepada petugas tim Opsnal BNNP Bali akan adanya transaksi narkotika di daerah Renon, Denpasar. Setelah dilakukan pengintaian, petugas melihat seorang pria dengan ciri-ciri sesuai dengan informasi yang diperoleh.

Saat tersangka keluar dari kamar sebuah homestay, petugas langsung mengamankan tersangka di areal parkir homestay tersebut. Setelah melakukan penggeledahan, petugas berhasil menemukan BB Narkotika jenis sabu-sabu seberat 1.000,15 (netto) di dalam kamar tersangka lengkap dengan timbangan digital.

“Sabu-sabu dengan berat 1 kilogram ini, kami dapati di kamar tersangka Medi, yang kami yakini harganya mencapai Rp2 miliiar. Menurut keterangan, tersangka mendapatkan barang haram ini dari seseorang bernama ‘Ayah’ yang masih kita lakukan pengembangan terkait keberadaannya,” ungkapnya. tra

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.