Pengerjaan Penataan Kawasan Pura Besakih, Gubernur Koster Ingatkan Prokes Ketat dan Libatkan Pekerja Lokal

Foto: Gubernur Koster saat menghadiri penandatanganan kontrak Penataan Kawasan Pura Besakih, di Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPKW) Provinsi Bali di Denpasar, Selasa (27/7).
184 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Selain menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat agar tidak menciptakan klaster baru di tengah masifnya penyebaran virus corona varian delta, Gubernur Bali Wayan Koster juga meminta pengerjaan penataan kawasan Pura Besakih di Rendang, Karangasem, Bali, melibatkan pekerja lokal.

“Ini untuk membantu masyarakat di sana dengan pola padat karya,” kata Gubernur Koster kepada POS BALI seusai menghadiri penandatanganan kontrak Penataan Kawasan Pura Besakih, di Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPKW) Provinsi Bali di Denpasar, Selasa (27/7).

Dikatakan, pelibatan pekerja lokal ini untuk membantu masyarakat yang ada di kawasan tersebut, sehingga terjadi pergerakan ekonomi dalam membantu masyarakat yang terdampak pandemi ini.

“Saya minta juga menggunakan sumber daya lokal yang ada disana, baik materialnya seperti pasir batu yang diperlukan nanti dalam pembangunannya, supaya ekonomi disana bergerak,” ujarnya.

Sementara itu, Kasatker BPPKW Provinsi Bali, Didik Wahyudi mengatakan, tenaga yang diserap dalam pengerjaan penataan tersebut diperkirakan mencapai 500 orang. Karena dua lokasi yang skupnya cukup besar.

“Kami utamakan tenaga lokal, tentunya sesuai dengan ketersedian dan kebutuhan tenaga lokal. Karena kebutuhan di lapangan juga dinamis. Mungkin di awal-awal tidak terlalu banyak. Pas puncak kami akan tambahkan pekerja lokal,” bebernya.

Dikatakan, langkah tersebut merupakan implementasi green building, baik tenaga maupun materialnya semaksimal mungkin memanfaatkan ketersediaan dari lokal.

“Dalam perekrutan tenaga kerja, jika ada yang belum divaksin, kami akan melakukan vaksinasi terlebih dahulu. Biasa seperti di proyek kami lakukan vaksinasi,” tuturnya.

Terkait prokes, pihaknya menegaskan akan berkomitmen dengan Instruksi Menteri PU No.2 tentang Prokes. Setiap pekerja harus menerapkan prokes, seperti memakai masker, dan juga jaga jarak.

“Secara berkala, nanti juga dilakukan pengecekan suhu setiap pagi, sterilisasi baik di lokasi proyek maupun kantor, dan juga akan dilakukan rapid tes antigen. Dan nanti jika ada indikasi ada yang kurang sehat, ya kami liburkan,” tandasnya.

Untuk diketahui, kontrak penataan kawasan Pura Besakih tersebut dilakukan Selasa kemarin, sedangkan pengerjaannya menunggu surat perintah mulai kerja, setelah serah terima dari Pemerintah Provinsi sekitar Juli ini. Pengerjaan berlangsung 520 hari, yakni 31 Desember 2022. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.