Pengempang Pajak Kendaraan Terjaring Razia Gabungan akan Dipublikasikan

1,208 Melihat

Denpasar, posbali.co.id – Kantor UPTD Samsat se-Bali kembali menggelar razia gabungan serentak, Rabu (28/8/2019). Untuk di Denpasar dilaksanakan di Jalan By Pass Ida Bagus Mantra, berhasil menjaring 191 unit kendaraan. Dipimpin langsung Kepala UPTD Samsat Kota Denpasar Putu Sudiana, S.Sos., menjelaskan razia kali ini merupakan komitmen pemerintah provinsi Bali bersama instansi terkait untuk menertibkan pengendara di Bali termasuk didalamnya peningkatan kesadaran membayar pajak.

Dalam kesempatan tersebut terjaring 122 unit kendaraan berplat luar Bali (non DK) dimana 42 unit diantaanya telah dimiliki masyarakat ber-KTP Bali, sehingga langsung didata dan diarahkan untuk melakukan balik nama dengan batas waktu tiga bulan terhitung sejak saat terjaring. Untuk kendaraan yang belum membayar pajak PKB terjaring sebanyak 22 unit, termasuk tilang bagi kendaraan pariwisata karena izin mati yang dilakukan Dinas Perhubungan Provinsi bali. Seluruh kendaraan yang terjaring dalam operasi gabungan ini masuk dalam pendataan didukung pencatatan nomer telepon pengendara sehingga akan menjadi target pengejaran pengempang pajak bila tidak melaksanakan kewajibannya hingga batas waktu yang diberikan.

“Kita lakukan razia gabungan secara berkesinambungan, tujuan kita untuk menyadarkan masyarakat pemilik kendaraan bermotor. Bahwa disana ada kewajiban, dari sisi hak masyarakat pemerintan sudah meyediakan jalan yang bagus , infrastruktur yang bagus sekarang bagaimana kesadaran masyarakat untuk taat dalam menbayar pajak kendaraannya. Sehingga rakyat diikutsertakan dalam mengelola melalui ketaatan membayar pajak. Ini sesuai dengan visi misi Hubernur Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, bahwa masyarakat Bali sangat konsen dengan gotong-royong untuk bersama-sama membangun Bali,” jelas pejabat asal Desa Panji Buleleng ini.

Ditegaskan Putu Sudiana, pihaknya dibawah komando Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bali benar-benar ingin mensukseskan program pemutihan denda dan bunga kendaraan bermotor yang dilaksanakan hingga tanggal 6 Desember 2019. Sehingga sisa waktu empat bulan kedepan UPT Samsat se-Bali akan terus melakukan razia gabungan serentak untuk benar-benar memberikan kesempatan kepada masyarakat sekaligus memberikan efek jera. Begitu pula dari sisi kepolisian dalam melakukan tilang bagi pengendara yang tidak memiliki kelangkapan dan melanggar aturan berlalulintas melalui Razia Patuh yang akan digelar diseluruh Indonesia.

“Kita ingin masyarakat betul-betul menggunakan momen pemutihan ini, jadi kita sudah kasi waktu jeda empat bulan bagi yang belum melaksanakan kewajibannya. Tolong bayar pajaknya mumpung tanpa denda, dan saat ini masyarakat sangat diringankan dengan kebijakan ini. Apalagi razia seperti ini akan terus berlangsung hingga akhir tahun. Program kita sudah jelas, jadi setiap bulan kita akan lakukan sosialisasi langsung berupa penindakan. Dengan melibatkan pihak kepolisian, pihak Dinas Perhubungan termasuk dengan Jasa Raharja,” bebernya lanjut mengatakan bagi wajib pajak yang membandel tidak membayar pajak akan diumumkan melalui media massa termasuk mencantumkan plat dan pemiliknya. “Kita terpaksa agak keras karena kendaraannya beroperasi di Provinsi Bali tapi bayar pajaknya di provinsi lain ini jelas sudah bertentangan dengan peraturan yang ada,” tandasnya. 016

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.