Penerbangan Terakhir Ke RRT Angkut 127 Penumpang

ist/penerbangan terakhir ke RRT yang dilepas Rabu dini hari di keberangkatan Internasional bandara Ngurah Rai
349 Melihat
MANGUPURA, POSBALI.co.id – Penerbangan terakhir dari Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai menuju RRT (Cina daratan), Rabu dinihari (5/2) dilepas oleh pihak Angkasa Pura I Ngurah Rai. Pelepasan penerbangan tersebut berlangsung pada pukul 00.18 Wita, dimana waktu tersebut masih memungkinkan dilakukan. Sebab mengacu kepada arahan Kemenhub, penutupan penerbangan dari seluruh bandara di Indonesia ke ke Cina dilaksanakan pada Rabu (5/2) pukul 00.00 Wib. Adapun penerbangan tersebut merupakan penerbangan maskapai China Southern CZ626, dengan tujuan Guangzhou. Pesawat tipe Airbus A321-200 tersebut membawa sebanyak 127 penumpang. Pesawat tersebut sebelumnya tiba di Bali dengan nomor penerbangan CZ625 pada Selasa malam pukul 22.55 Wita, yang juga merupakan penerbangan dari Cina daratan terakhir yang tiba di Bali.

Malam Ini Jadi Penerbangan Terakhir Bali ke RRT

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Herry A.Y. Sikado menerangkan terhitung Rabu (5/2) tahun 2020 pada pukul 00.00 Wib (01.00 Wita), Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai resmi menghentikan sementara operasional penerbangan dengan rute dari dan ke Cina daratan. Pemberhentian sementara penerbangan ke Cina tersebut merupakan tindaklanjut atas arahan Presiden, Menteri Luar Negeri, serta Menteri Perhubungan Republik Indonesia, terkait penghentian sementara operasional penerbangan dari dan ke Cina daratan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Sebelum melaksanakan penutupan tersebut, Selasa (4/2) sore pihaknya juga melaksanakan rapat dengan instansi anggota Komunitas Bandar Udara, termasuk di dalamnya adalah maskapai yang melayani rute internasional, dan untuk menindaklanjuti instruksi Presiden tersebut. “Penghentian sementara ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona. Status Indonesia dan bali khususnya saat ini aman dari penyebaran virus ini. Langkah ini diambil untuk menjaga agar Indonesia tetap terbebas dari ancaman wabah ini. Kami telah berkoordinasi dengan maskapai penerbangan, ground handling, imigrasi, dan instansi lain terkait hal ini,”terang Herry.

Dipaparkannya, menjelang penghentian sementara operasional penerbangan rute dari dan ke Cina daratan tersebut, penerbangan China Southern rute Guangzhou (CAN)-Bali (DPS) dengan nomor penerbangan CZ625 menjadi penerbangan terakhir dari wilayah Cina daratan yang tiba di Bali. Penerbangan tersebut tiba di Bali pada hati Selasa (4/2) pukul 22.55 Wita. Sebelumnya, maskapai China Eastern dari Shanghai Pudong (PVG) dengan nomor penerbangan MU5029 telah mendarat terlebih dahulu di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada pukul 22.03 Wita. Penerbangan ferry flight tanpa penumpang tersebut ditujukan untuk membawa penumpang untuk kembali menuju kota Shanghai di Cina. Selain itu dihari yang sama pada pukul 23.36 Wita, pesawat yang sama berangkat meninggalkan Bali untuk kembali menuju Shanghai dengan mengangkut total 244 penumpang, dengan menggunakan nomor penerbangan MU5030.

Bagi penumpang dengan tujuan Cina daratan yang terdampak dengan penghentian operasional penerbangan tersebut, pihaknya mengaku telah membuka helpdesk yang berlokasi di Lantai 2 Terminal Internasional. Petugas dari maskapai, ground handling, serta dari Angkasa Pura I akan stand by untuk membantu penumpang yang terdampak. Help desk tersebut berisi 10 meja yang terbagi menjadi 4 jalur.

Sementara Wagub Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati diketahui juga ikut melepas dan meninjau langsung penerbangan terakhir menuju China dari Bandara Ngurah Rai. Dalam kesempatan tersebut Wagub Cok Ace menyampaikan beberapa point terkait penerbangan terakhir menuju ke Cina. Yaitu pentingnya membuat kesan yang baik pada wisatawan, terutama dari china agar tidak ada kesan ‘mengusir’, karena hal itu merupakan kebijakan pemerintah. Menunjukkan rasa empati dan berharap virus Corona bisa segera teratasi di Cina. Bersyukur tidak ada terindikasi positif corona di Bali dan Indonesia secara umum. Adanya kompensasi perpanjangan visa bagi WN Cina yang memperpanjang masa tinggal, sesuai arahan pemerintah pusat. WNA Cina dipersilahkan perpanjang masa tinggal selama penerbangan ditutup “Banyak WNA Cina yang sehat yang ingin perpanjang masa libur di Bali, dan itu tidak masalah,”ujar Cok Ace. 023

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.