Peneliti Undhira : LPD Model Pemberdayaan Ekonomi Indonesia

Para pembicara foto bersama dengan peserta usai Seminar Nasional di Kampus Hijau Undhira, Tegal Jaya, Dalung
Para pembicara foto bersama dengan peserta usai Seminar Nasional di Kampus Hijau Undhira, Tegal Jaya, Dalung
1,053 Melihat

Seminar Nasional “Model  Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Adat di Bali”

DENPASAR, POS BALI — Tim Peneliti Universitas Dhyana Pura  (Undhira) menggelar Seminar Nasional di Kampus Hijau Universitas Dhyana Pura, Tegal Jaya, Badung, Senin,  (26/8/2019). Seminar diikuti ratusan peserta dari berbagai mahasiswa di tanah air mengusung tema “Model Pembedayaan Ekonomi Masyarakat Adat di Bali”.

Sebagai peneliti Undhira merekomendasikan LPD (Lembaga Perkreditan Desa) di Bali sebagai bentuk model pemberdayaan ekonomi masyarakat di Indonesia. Karena LPD sudah   terbukti dan membawa dampak pada percepatan pembangunan di Bali berkaitan dengan dampak ekonomi, sosial, budaya, dan dampak agama. 

“Dampak ekonomi yaitu menguatnya kehidupan sosial ekonomi masyarakat desa setempat (wirausaha dan aktivitas ekonomi).  Dampak sosial yaitu memperkuat modal sosial dan memberdayakan “krama”, termasuk mendukung kegiatan  teruna- teruni (5%) keuntungan sesuai Perda LPD). Dampak budaya yaitu memperkuat tradisi budaya setempat,” kata peneliti Dr. I Wayan Damayana., S.Th., M.M. sembari menjelaskan eksistensi lembaga-lembaga tradisional (sekaa kidung, sekaa santhi, menyama braya di perkuat).

Para pembicara Seminar Nasional “Model Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Adat Bali” Dr. Dermawan Waruwu (kanan) sebagai moderator seminar

Ia menambahkan,  sebagai dosen harus menjalankan Tri Dharma Perguruan tinggi yakni, mengajar, meneliti dan melakukan pengabdian. “Bahkan di Dhyana Pura tidak hanya Tri Dharma, tapi  Panca Dharma yaitu tambahan publikasi dan penerbitan buku. Pada tahun ini,  penelitian kami mengambil tempat di Bali dimana LPD menjadi model pemberdayaan ekonomi masyarakat adat di Bali. Yang kami ingin lihat adalah bagaimana menemukan model pemberdayaan ekonomi masyarakat  adat sebagai upaya percepatan pembangunan ekonomi nasional,”kata Wayan Damayana

Sementara Ketua Peneliti, Dr Wayan Ruspendi Junaedi mengatakan, dalam mengemban tugas penelitian tahun ini pihaknya melakukan penelitian di tiga setting adat, yakni adat Dayak, Bali, Batak Karo. “Dari hasil penelitian kami, kearifan lokal pada budaya setempat menunjukkan betapa kayanya Indonesia dan sekaligus keunikan ini dapat dikolaborasikan dengan manajemen modern dalam membangun kesejahteraan pada bidang ekonomi,” kata Wayan Ruspendi 

Seminar Nasional dihadiri Wakil Rektor  III Undhira,  Dr. I Wayan Damayana, S.Th., M.Si., M.M  sekaligus sebagai anggota peneliti, Dekan, Kaprodi, unsur Dosen, LP2M dan mahasiswa.   

Seminar dibuka Dekan Fakultas Ekonomika dan Humaniora Undhira,  Dr. Jaya Pramono S.Pd., M.Par.  Acara tersebut juga dihadiri Kaprodi Manajemen yang diwakili Sekprodi Manajemen,  Putu Dyah Krismawintari, SE. M.M.  Ketua LP2M,  Putu Chris Susanto serta Moderator Dr. Dermawan Waruwu.

Dr. I Wayan Ruspendi Junaedi sebagai Ketua Tim peneliti, Dr. I Wayan Damayana., S.Th., M.M, dan Dr. Dermawan Waruwu  sebagai anggota. Tampil juga sebagai pembicara dalam Seminar Nasional yakni  I Nyoman Arnaya, SE.  Ir. I Gede Arya Sena, M.Kes. dan pembicara ketiga Dr. I Wayan Damayana , S.Th., M.Si., M.M pol

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.