Peneliti RCMG Dorong Infrastruktur Food Estate Humbahas segera Dirampungkan

Lahan Pertanian Food Estate di Humbahas Sumatra Utara
Lahan Pertanian Food Estate di Humbahas Sumatra Utara
144 Melihat

 

JAKARTA, POS BALI Peneliti Research Center Media Group (RCMG) mendorong pihak-pihak terkait agar secepatnya merampungkan pembangunan infrastruktur Food Estate Humbang Hasundutan (Humbahas) sehingga rakyat segera dapat memperoleh manfaat dari proyek lumbung pangan nasional itu.

‘’Beberapa bulan lalu dari proyek strategis nasional ini, khususnya di Desa Ria Ria telah panen kentang dengan hasil yang bagus, baik secara kualitas maupun kuantitasnya. Karena itu, masyarakat menanti penyelesaian pembangunan infrastrktur agar tiga desa food estate, yaitu Hutajulu, Ria Ria dan Parsingguran segera dapat teroptimalkan,’’ kata Assosiate Researcher RCMG Dr Irwansyah dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/9).

Menurut Irwansyah pola pengembangan infrastruktur di proyek strategis nasional Humbahas ini sudah sangat tepat, yaitu memperpadukan antara dua kementerian. ‘’Kementerian Pertanian dan PUPR bahu-membahu dalam membangun lumbung pangan nasional ini. Karena itu, kedua instansi ini harus selalu bersinergi dalam perencanaan infrastruktur irigasi dan sarana prasarana pertanian lainnya,’’ujarnya.

Seperti telah diketahui, lumbung pangan nasional di Kabupaten Humbahas dengan keseluruhan luas lahan mencapai 785 hektare itu, tersebar di Desa Hutajulu seluas 120,5 hektare, di Desa Ria Ria seluas 411,5 hekatre, dan Desa Parsingguran seluas 253 hekatre.

Menurut Irwansyah, pengembangan food estate di Humbahas itu tidak sekadar hanya mencetak lahan, menanaminya, dan memetik hasil panen, tetapilebih daripada itu. ‘’Sebagaimana telah disampaikan Kementan, pengembangan food estate Humahas sebagai lumbung pangan nasioal itu akan dikelola secara integrasi dari hulu hingga hilir, sehingga produk yang dihasikan bukan lagi sekadar bahan pangan mentah, tetapi meningkat hingga produk olahan dengan nilai tambah yang tinggi bagi petani dan dapat menggenjot perekonomian wilayah,’’ ujar doktor ilmu komunikasi yang menekuni komunikasi pertanian itu.

Peneliti yang sudah puluhan tahun berjibaku di bidangnya itu menunjukkan lahan food estate di Desa Ria Ria seluas 215 hektare yang telah ditanami kentang 50 hekatre, bawang merah 100 hektare, bawang putih 25 hektare dan lahan demfarm untuk percobaan budidaya seluar 15 hektare itu merupakan bukti matangnya perencanaan proyek tersebut. ‘’Saya kira, tidak ada lagi yang perlu disangsikan terkait dengan perencanaan dan implementasi atas pembangunan lumbung pangan nasional ini,’’ katanya.

Menurut dia, pengembangan food estate tidak hanya pada aspek produksi dan hilirisasi, tetapi juga dikembangkan pusat percobaan budidaya sehingga bisa menghasilkan sendiri benih dengan varietas yang cocok dengan tanah lahan food estate.

Dengan begitu, konsep pengembangan food estate ini benar-benar dilakukan secara mandiri yang merupakan karya anak bangsa untuk memperkuat ketahanan pangan nasional bahkan ke depan bisa memenuhi pangan negara-negara lainnya.003

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.