Pendiri RS Bhakti Rahayu Grup Wafat, Dikremasi 8 September 

Almarhum Dokter Wayan Suastana Sp.B
Almarhum Dokter Wayan Suastana Sp.B
274 Melihat

DENPASAR, POS BALI – Pendiri Rumah Sakit Bhakti Rahayu Grup dan Jaringan Klinik di Bali, Ambon dan Jatim, dr. Wayan Suastana, Sp.B wafat. Dokter Wayan sapaannya meninggal Kamis (2/9) pukul 22.45 Wita di RS Bhakti Rahayu Denpasar di usia 74 tahun.

Dokter Wayan meninggal karena faktor usia dan juga bergumul melawan sakit komplikasi yang ia derita kurang lebih setahun. Walau menderita sakit cukup lama, almarhum tetap semangat dan selalu optimis untuk sembuh.  Namun takdir berkehendak lain. Ia mesti berpisah dengan istri, anak, menantu, cucu serta  keluarga besar untuk selamanya.

Menurut putra pertama almarhum, Putu Ivan Yunatana ayahnya meninggal karena sakit komplikasi yang diderita selama kurang lebih setahun. “Papa meninggal Kamis malam karena sakit komplikasi kurang lebih setahun. Juga karena faktor usia,” kata Putu Ivan.

Jenazah dokter Wayan saat ini disemayamkan di rumah duka di Jalan Gunung Agung Kabupaten Tabanan, Bali. Almarhum dibawah pulang ke rumah tua Tabanan setelah hasil PCR negatif. Almarhum meninggalkan seorang istri dengan tiga orang anak serta cucu.

Rencana Jenasah dokter Wayan dikremasi Rabu, 8 September 2021 di tempat  Kremasi Santha Graha Desa Bedha, Kediri Tabanan pukul 12.00 Wita.

LEGENDA NAKES AMBON

Duka mendalam juga dirasakan masyarakat Kota Ambon, Maluku. Bagi masyarakat Kota Ambon Dokter Wayan sosok pribadi rendah hati dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat sangat tinggi.  “Beliau bekerja tanpa pamrih sejak mengabdikan diri di Kota Ambon dari masa muda sampa masa tua. Kami sangat kehilangan sosok yang bersahaja,” kata Adriance yang sehari hari bekerja di Dinkes Kota Ambon.

Jurnalis Senior Hein Pohwain juga merasa kehilangan dengan kepergian sosok dokter Wayan ke hadirat Sang Pencipta. “Bagi kami,  almarhum adalah dokter dan tenaga kesehatan (nakes) yang legenda di Kota Ambon. Beliau melayani pasien sampai pelosok Kota. Terbukti ia meninggalkan sesuatu yang fundamental bagi masyarakat Ambon yakni Rumah Sakit Umum Bhakti Rahayu yang sangat membantu proses pelayanan kesehatan masyarakat,”kata Hein Pohwain.

Sementara Ricko Manuhutu warga Ambon yang bekerja di Denpasar mengatakan selama berdinas di Kota Ambon dokter Wayan melayani pasien tanpa mengeluh dan pandang bulu. Sebagai dokter spesialis bedah almarhum sangat membantu menyelamatkan pasien.

“Banyak pasien yang datang ke tempat praktek. Melihat pasien kurang mampu almarhum melayani tanpa minta bayaran. Bahkan saat pulang pasien diberi uang untuk beli obat. Kami warga Ambon sangat kehilangan. Memang beliau sosok dokter legenda bagi warga disana, ,”kata Ricko yang sempat melayat ke rumah duka Sabtu (4/9). poll

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.