Pemuka Agama Harus Hadir Cegah Peredaran Narkoba

Kepala BNNP Bali, Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, menyematkan tanda peserta pengembangan kapasitas P4GN di lingkungan masyarakat yang diikuti para tokoh agama dan masyarakat di Kota Denpasar.
282 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali, Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, SH., mengatakan, pemuka agama harus hadir melakukan pencegahan peredaran narkotika atau obat terlarang di masyarakat. “Sebagai orang yang dijadikan panutan, tokoh agama tentunya dapat menjadi media informasi mengenai bahaya narkoba, apakah itu melalui upacara agama, ceramah keagamaan, forum pertemuan serta berbagai aktivitas keagamaan lainnya,” ujar Suastawa.

Hal itu disampaikan pada workshop pengembangan kapasitas P4GN di lingkungan masyarakat di Sanur, Denpasar, Selasa (6/10). Kegiatan ini diikuti 20 orang perwakilan tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kota Denpasar.

Lebih lanjut dikatakan Suastawa, pemuka agama haruslah mampu menjadi agen perubahan di tengah-tengah masyarakat dengan menjalankan fungsinya sebagai penyuluh, fasilitator, mediator, penjangkau, dan melakukan deteksi dini serta menjadi pendamping bagi korban penyalahgunakan narkotika, minimal di lingkungan terdekat mereka sendiri. Pemuka agama di masyarakat adalah orang-orang yang mempunyai peranan penting serta memiliki kedekatan dengan masyarakat.

“Karena itu, figur pemuka agama sangat dipandang oleh masyarakat kita, sudah tentu dalam memberikan informasi akan bahaya penyalahgunaan narkoba penyampaian informasi tersebut sangat didengarkan oleh pengikut dan umat agama masing-masing,” katanya.

Suastawa didampingi Kepala BNN Kota Denpasar, AKBP Sang Gede Sukawiyasa, S.IP, MM., menambahkan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Deputi Bidang Pencegahan BNN RI tahun 2019 ditemukan data bahwa sebanyak 78 persen responden berpendapat, pemuka agama berpengaruh sangat besar dalam membentuk karakter umat agar terhindar dari bahaya penyalahgunaan narkoba. “Oleh karena itu, BNN mengadakan kegiatan menggandeng pemuka agama dan tokoh masyarakat terkait untuk menjadi perpanjangan tangan BNN,” sebutnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber pendamping yakni Kabid Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya dan Organisasi Kemasyarakatan Kesbangpol Kota Denpasar, serta praktisi Komunikasi dari Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. tra

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.