Pemuda Dauhwaru Peringati Hari Kemerdekaan di Rumah Pahlawan Lettu Dwinda

Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Gedong Ciungwanara Lettu Dwinda, Jero Pacekan Pacek Jembrana, Selasa (17/8/2021).
295 Melihat

JEMBRANA, posbali.co.id – Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus, tidak lepas dari peristiwa perjuangan serta pengorbanan para pahlawan yang gugur demi meraih kemerdekaan. Untuk memperingati Hari Kemerdekaan, ada banyak cara yang bisa dilakukan.

Seperti yang dilakukan oleh pemuda Lingkungan Dauhwaru, Kelurahan Dauhwaru, Jembrana dan keluarga pahlawan asal Gumi Makepung, Lettu Dwinda. Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-76, Selasa (17/8/2021), dilaksanakan di Gedong Ciungwanara Lettu Dwinda, Jero Pacekan Pacek Jembrana, Lingkungan Dauhwaru, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana.

Upacara peringatan tersebut diawali dengan pengambilan dan penyemayaman Pataka Panji-Panji Lettu Dwinda yang dilanjutkan dengan Renungan Detik-detik Proklamasi serta tabur bunga di Gedong Ciungwanara Jero Pacekan Pacek Jembrana. Peringatan tersebut juga dihadiri Pasiter Kodim 1671 Jembrana, Babinsa, kelian adat, dan tokoh masyarakat setempat.

Ketua Pelaksana Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-76, I Kade Edy Erawan, mengatakan, pahlawan merupakan orang yang berjiwa besar, sangat berjasa terhadap bangsa dan negara. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawannya. Mereka rela mengorbankan hidupnya demi menjadi dan mempertahankan Negara Indonesia.

“Jadikan makna kemerdekaan tahun ini sebagai optimisme untuk bangkit dan berjuang bersama menyelesaikan pandemi Covid-19. Begitu juga dengan masyarakat Jembrana diharapkan selalu menghargai jasa-jasa para pahlawannya,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan perwakilan keluarga yakni I Gusti Ngurah Adi Dharma Swara. Keponakan dari Lettu Dwinda ini mengajak semua pihak menghormati para pahlawan bangsa dengan meneruskan perjuangannya, yaitu mengobarkan semangat kemerdekaan yang tidak kenal lelah dalam membangun bangsa. Peringatan HUT ke-76 RI di tengah pandemi Covid-19 dapat diisi dengan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila. “Tentunya dengan menerapkan rasa kesatuan dan gotong royong di tengah situasi Covid-19,” ucapnya.

Adi Dharma menuturkan, Lettu Dwinda memiliki nama lengkap I Gusti Putu Dwinda, lahir tahun 1924 di Kelurahan Dauhwaru. Putra pertama dari dari tujuh bersaudara pasangan I Gusti Nyoman Sulem dan Dewa Ayu Menuh. Adik-adik dari Lettu Dwinda di antaranya I Gusti Kade Sinom, I Gusti Komang Anom, I Gusti Ayu Sutarmi, I Gusti Ketut Senem, I Gusti Ketut Karya, dan I Gusti Ketut Manik Arsanaya.

Dwinda bergabung dengan PETA (Pembela Tanah Air) dengan pangkat Sodhanco (letnan dua). Setelah Jepang hengkang dari Indonesia, Dwinda bergabung dengan pasukan TKR (Tentara Keamanan Rakyat) melawan penjajah Belanda. Dwinda pernah terlibat pertempuran melawan penjajah Belanda di Candikusuma, Gilimanuk dan Negara dalam penyerangan tangsi (gudang senjata).

Tanggal 17 November 1946, I Gusti Putu Dwinda bergabung dengan pasukan Ciung Wanara pimpinan I Gusti Ngurah Rai di Tabanan dan I Gusti Putu Dwinda ditunjuk sebagai Komandan Batalion pasukan Ciung Wanara. “Pada tanggal 20 November terjadi pertempuran hebat di Margarana, Tabanan yang dikenal dengan Puputan Margarana. I Gusti Putu Dwinda gugur bersama pejuang lainnya pada usia 22 tahun,” tutur Adi Dharma. man

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.