Pemkab Tabanan Terima DIPA 2021 Rp1,23 Triliun

Pemkab Tabanan diwakili Sekda Tabanan I Gede Susila, menerima DIPA TA 2021 sebesar Rp1,23 triliun dari Pemprov Bali, Kamis (26/11).
461 Melihat

TABANAN, posbali.co.id – Pemkab Tabanan diwakili oleh Sekda Tabanan I Gede Susila menerima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) TA 2021 sebesar Rp1,23 triliun dari Pemprov Bali, Kamis (26/11). DIPA tersebut diserahkan Gubernur Bali, Wayan Koster, di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali.

DIPA tersebut dikatakan sebagai dasar dalam penggunaan anggaran yang telah disetujui pemerintah pusat. Koster mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penyerahan DIPA secara nasional oleh Presiden kepada para menteri, gubernur, dan pimpinan lembaga nonkementerian. “Dengan penyerahan DIPA pada November 2020, diharapkan kementerian, lembaga dan daerah lain bisa melakukan pelelangan pekerjaan, sehingga dapat merealisasikan program mulai awal Januari 2021,” ujar Koster.

Secara substansi, DIPA memiliki peran sebagai penjabaran program pembangunan dan pelayanan, yang merupakan amanah rakyat yang harus direalisasikan dengan penuh tanggung jawab. “Prioritas nasional 2021 yang didukung pencapaian dengan alokasi anggaran, menguatkan ketahanan ekonomi, untuk pertumbuhan yang berkualitas dan berkeadilan, mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan,” ujarnya.

Selain itu, meningkatkan SDM berkualitas dan berdaya saing, revolusi mental dan pembangunan kebudayaan. Menguatkan infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar, membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim, serta menguatkan stabilitas politik hukum dan pertahanan keamanan serta transformasi pelayanan publik.

Dia pun memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Penggunaan anggaran harus betul-betul fokus, memiliki prioritas yang jelas, dengan sasaran yang terukur. Supaya anggaran yang ada itu betul-betul efektif dan efisien, dan dapat meningkatkan perekonomian, serta kesejahteraan masyarakat.

Sesuai laporan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Perbendaharaan Provinsi Bali, Provinsi Bali pada 2021 mendapatkan alokasi dana transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp11,848 triliun. “Dengan rincian transfer ke daerah Rp11,169 triliun dan dana desa sebesar Rp679,12 miliar. Alokasi ini meningkat 6,53 persen dibandingkan tahun 2020,” ujar Koster.

Sementara untuk alokasi belanja satuan kerja vertikal dan organisasi perangkat daerah sebesar Rp12,19 triliun. Dalam situasi pandemic seperti sekarang ini, pemerintah pusat bekerja keras sampai bisa meningkatkan alokasi dana ke daerah. “Pemerintah melakukan upaya keras melakukan suatu terobosan besar meluaskan ruang fiskal, sehingga sumber pendanaan pembangunan itu bisa meningkat dan bisa dialokasikan sebagai bentuk belanja kepada daerah,” jelas Koster. gap

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.