Pemkab Tabanan Komitmen Kembangkan Wisata Berbasis Alam

Foto: BUPATI TABANAN BUPATI Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, dalam webinar yang diprakarsai GGGI dan LAN, Rabu (22/7) petang. Foto: gap
296 Melihat

TABANAN, posbali.co.id – Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, mengatakan, Indonesia sedang mengalami ledakan penduduk dan ekploitasi sumber daya alam, sehingga masa depan hanya milik mereka yang berinvestasi dalam bisnis berkelanjutan. Hal itu diungkapkan saat tampil sebagai narasumber dalam webinar yang diprakarsai Global Green Growth Institute (GGGI) dan Lembaga Administrasi Negara (LAN), Rabu (22/7) petang.
Hal tersebut, lanjutnya, bisa membawa permasalahan baru. “Untuk menghadapi hal itu, setiap kepala daerah wajib mendukung industri yang beriventasi terhadap pertumbuhan ekonomi kerakyatan berkelanjutan,” ujarnya.
Webinar bertajuk “Membangun Daerah yang Maju dan Berketahanan” itu, juga dalam acara peluncuran pelatihan pro-hijau, yang diikuti beberapa tokoh penting. Di antaranya adalah Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong dan Asseng, juga Walikota Surabaya Tri Rismaharani.
Eka pun menyebut, program di Tabanan yang mendukung dan sesuai dengan pelatihan pro-hijau kali ini adalah Tabanan Desa Wisata dengan Green Development Integrated Farming Tourism. Hal itu, katanya, bertujuan sebagai upaya Pemkab Tabanan dalam menjaga dan melestarikan lingkungan, sehingga menciptakan pembangunan hijau berbasis pertanian yang jadi modal dasar dan napas dari Tabanan.
Menurutnya, persawahan bukan hanya sebagai penghasil bahan pangan, namun juga memiliki potensi lain yang bisa dimaksimalkan. Dengan alam yang asri dan lestari, serta lahan persawahan yang masih terjaga, memungkinkan untuk dibuat menjadi sesuatu yang lebih.
“Para wisatawan rela membayar lebih untuk berjalan jalan menikmati keindahan persawahan. Hal ini membuktikan bahwa pertanian dan persawahan memiliki potensi wisata yang dapat membantu ketahanan ekonomi dan keamanan pangan,” ujar Eka.
Sementara, Alue Dohong mengatakan, bahwa gerakan ekonomi hijau atau pembangunan ekonomi yang memperhatikan lingkungan dalam pembangunan berkelanjutan, merupakan visi Indonesia untuk masa kini dan yang akan datang. ‘’Indonesia akan dan sedang menuju pembangunan rendah karbon dan rendah emisi. Gerakan ekonomi hijau merupakan upaya konkret mendorong pengurangan deforestasi, yang manfaatnya akan dirasakan dalam skala nasional dan global,” katanya.
Begitu juga dari Indonesian Country Representative GGGI, Marcel Silvius, menyampaikan terima kasih kepada Indonesia, yang memulai langkah untuk mewujudkan program ekonomi hijau. ‘’Indonesia merupakan pioner pelatihan pro-hijau. Semoga kita dapat mewujudkan ekonomi hijau dan menjadi Indonesia Emas 2045,” harap Marcel. gap

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.