Peminat Bekerja Keluar Negeri Terus Meningkat, OTC Bali Ikuti Strategi Filipina

I Wayan Rediyasa diapit Ngakan Putu Purwita dan I Nyoman Suardana
I Wayan Rediyasa diapit Ngakan Putu Purwita dan I Nyoman Suardana
2,718 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Minat masyarakat Bali untuk bekerja ke luar negeri sangat tinggi, baik itu ke kapal pesiar atau ke daratan. Peminatnya terus meningkat seiring semakin terbukanya peluang kerja di berbagai negara. Hal tersebut disampaikan Ketua Yayasan/Penanggung Jawab Overseas Training Center (OTC) Bali, I Wayan Rediyasa, SE, Senin (29/7) di Denpasar.

“Antusias masyarakat bekerja keluar negeri memang luar biasa tinggi, terbukti animo generasi muda untuk menempuh pendidikan vokasional di OTC Bali terus meningkat. Selain di Denpasar, mulai tahun ini kami membuka cabang di Gianyar, Singaraja, Jembrana, dan Karangasem,” kata Rediyasa didampingi Direktur OTC Bali, Ngakan Putu Purwita, A.Par.MM, dan Manajer Kurikulum dan Pelatihan, I Nyoman Suardana, SE.

Rediyasa memaparkan, ketika Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) OTC Bali berdiri tahun 2014 lalu, awalnya hanya mendidik 60 orang peserta didik pada basic level. Pada tahun-tahun selanjutnya, jumlah peserta didiknya terus meningkat seiring bertambahnya program yang disiapkan yakni middle level, intensif class, kursus, hingga upgrading skill. “Tahun 2018 jumlah peserta didik kami sudah mencapai 500 siswa,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, OTC Bali memiliki strategi khusus dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan cara mengikuti strategi negara Filipina. Strategi tersebut yakni, pekerjanya di awal ditempatkan di Timur Tengah baik itu Dubai, Doha, Saudi, maupun Kuwait. Di sana sebagai batu loncatan sebelum bersaing secara global di seluruh dunia. Dengan jebolan di Timur Tengah, mereka nantinya akan memiliki kemampuan bahasa Inggris di atas rata-rata. Selanjutnya bisa memilih apakah join di kapal pesiar ataukah hotel di Australia, Amerika, tentu dengan gaji lebih tinggi

“Kita perlu membuat suatu terobosan bagaimana caranya nanti ke kapal pesiar itu tidak melulu mendapat posisi paling bawah seperti yang dialami kebanyakan pekerja dari Bali sebelumnya. Jadi, kami adopsi strategi Filipina itu,” jelas Rediyasa.

Dalam penyaluran tenaga kerja keluar negeri, OTC Bali bekerja sama dengan tiga agensi yakni PT Sukamulya Mandiri Agung, PT Milenium Muda Mandiri, dan PT Mitra Sinergi Sukses. OTC juga memiliki kerja sama langsung dengan beberapa user di luar negeri, dengan perhotelan dan restoran untuk program internship (magang) dengan tujuan Taiwan, Thailand, Perancis, Maldives, Timur Tengah, Malaysia, Australia, Amerika. “Peserta didik OTC Bali kami pastikan bisa tersalurkan keluar negeri asalkan kualifikasi terpenuhi,” tegasnya.

Rediyasa menjelaskan, untuk program magang, saat ini pihaknya mengunggulkan negara tujuan Taiwan. Karena disamping untuk ke sana kualifikasinya tidak terlalu tinggi sehingga lebih mudah, dan pekerja magang juga mendapat uang saku yang lumayan serta dapat makan dan tempat tinggal secara gratis. “Ini merupakan peluang yang sangat bagus bagi masyarakat khususnya generasi muda Bali,” ujarnya.

Terkait program magang ke Taiwan ini, lanjut dia, OTC Bali diminta dalam dua tahun ke depan menyiapkan 6.000 tenaga kerja. Untuk mengawali, OTC diminta menyediakan 1.600 tenaga kerja. Mengingat jumlah siswa yang dimiliki OTC terbatas, maka pihaknya melakukan kerja sama dengan kurang lebih 20 LPK untuk mendukung program ini. 026

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.