Pemerintah Alokasikan Rp123 Triliun untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto foto bersama acara Penyaluran KUR untuk membangkitkan UMKM di Provinsi Bali digelar di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Sabtu (22/8).
155 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan, saat ini pemerintah telah melakukan beberapa upaya untuk memulihkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pada masa pandemi Covid-19, yakni melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dalam program ini, pemerintah mengalokasikan anggaran senilai Rp123 triliun lebih dari total penanganan Covid-19 yang mencapai Rp695 triliun lebih.

Demikian disampaikan Airlangga Hartarto saat acara penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) untuk membangkitkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Provinsi Bali digelar di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Sabtu (22/8). Selain dihadiri beberapa menteri di bawah Menko Perekonomian, kegiatan ini juga dihadiri Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara mewakili Wali Kota Denpasar.

Lebih lanjut Airlangga mengatakan, untuk di Bali selain sektor pariwisata, sektor UMKM mesti dibangkitkan untuk menopang perekonomian masyarakat. “Kita harus bersiap mesin penggerak di Bali tidak hanya sektor pariwisata, tapi juga dapat berupa sektor UMKM ditambah dengan Kementerian Pertanian sektor hortikultura bisa didorong di Bali, sehingga dapat menyokong keberlangsungan ekonomi Bali,” katanya.

Menurut Airlangga, untuk Provinsi Bali sebanyak 138 UMKM memperoleh KUR senilai Rp18,13 miliar yang diberikan melalui 11 lembaga penyalur. “Ke depan pemerintah terus berupaya menyokong industri UMKM di Bali. Karena dalam situasi pandemi Covid-19 ini sektor UMKM yang terdampak dan berpengaruh pada lapangan kerja yang ada. Pemerintah mengoptimalkan penyaluran KUR ini untuk membangkitkan UMKM lokal,” paparnya.

Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara, yang membacakan sambutan Wali Kota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan dalam masa pandemi Covid-19 upaya agar pelaku usaha dapat bertahan dan produktif, dapat dilihat berupa pemberian stimulus bagi pelaku usaha baik bersumber dari APBD Kota, APBD Provinsi Bali, maupun APBN. Ini semua untuk mempertahankan geliat ekonomi daerah dan nasional.

Melalui penyaluran KUR ini pelaku UMKM diharapkan dapat bangkit sehingga dapat membantu pemulihan ekonomi nasional. “Sampai saat ini jumlah UMKM di kota Denpasar sebanyak 32.026 sebagian besar adalah usaha mikro, di mana telah dilaksanakan berbagai program peningkatan kualitas UMKM. Dengan adanya stimulus ekonomi ini nantinya diharapkan dapat berperan optimal bagi kemajuan dan perputaran perekonomian di Kota Denpasar,” kata Rai Iswara. 026

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.