Pembukaan PKB Monoton, Kedepan Perlu Libatkan BUMN

Presiden Jokowi didampingi Gubernur Koster melepas Pawai PKB 2019
Presiden Jokowi didampingi Gubernur Koster melepas Pawai PKB 2019
236 Melihat

POS BALI/IST

DENPASAR, POS BALI-–  Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) tiap tahun itu itu saja alias monoton,  dan tak ada kreasi, inovasi sehingga jenuh. Selain itu,  untuk tahun ini kabupaten/kota tak mengirim tim kesenian karena terkendala anggaran.  

“Untuk lebih bergairah PKB ke depan,  diharapkan melibatkan sejumlah BUMN di Bali. Seperti Angkasa Pura, Pelindo, PLN, ITDC, Indonesia Power dan sejumlah bank milik pemerintah.  Libatkan mereka agar ada nuansa baru dan punya kreasi. Dari tahun ke tahun tampilan itu itu saja. Monoton, sehingga orang bosan perlu ada suatu terobosan baru yang melibatkan BUMN,” kata anggota DPRD Bali, Nengah Tamba saat ditemui usai Pembukaan PKB 2019, Sabtu (15/6) lalu.

Ketua Komisi III DPRD ini menyarankan pemerintah daerah Provinisi Bali mengajak BUMN papan atas di Bali agar terlibat supaya ada kreasi baru dengan tidak meninggkalkan budaya Bali sebagai roh dalam event itu. “Keterlibatan BUMN ini sangat penting selain memunculkan kreasi baru,  juga bisa lebih menarik atraksi penampilan seninya.  Dan pasti mereka akan saling berkompetisi untuk menonjolkan kreatifitas. BUMN itu punya CSR (coorporates social responsbility) dan juga punya SDM,”kata Tamba

Nengah Tamba saat menyaksikan pawai pembukaan PKB 2019 dari panggung undangan

Karena kabupaten dan kota tak punya angggaran mengirim tim kesenian tampil di pembukaan PKB, BUMN bisa berperan sebagai orang tua asuh untuk bergandengan dengan pemerintah kabupaten/kota. “Kalau saja sinergi antara personil BUMN dengan daerah yang jadi binaanya, saya yakin penampilan pada pada pembukaan PKB akan lebih menarik, atraktif dan pasti ada yang baru. Ini masukan untuk pemerintah provinsi, khususnya pak gubernur Koster agar berdialog dengan BUMN yang ada di Bali. Termasuk juga BUMD,” sarannya.

Lanjutnya, Bali sebagai destinasi wisata internasional perlu membuktikan kepada dunia bahwa kreatifitas seni dan budaya di Bali tak pernah habis dan selalu ada yang baru. “Bali terkenal karena seni dan budaya. Maka kebudayaan dan seni itu mesti kita explorer pada event-event skala besar seperti PKB. Tapi dalam mengemas tetap mengedepankan kearifan lokal Bali. Kalau ini dilakukan, PKB ke depan akan menjadi tontonan menarik, pengunjung tak bosan  dan wisatawan akan bercerita ada hal baru di PKB,” ujarnya 003

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.