Pembukaan FSBJ III Bakal Dimeriahkan Teater Opera Musikal “Pusaka Rimba”

Salah satu penampilan dalam Medeeng Anyar (Karnaval) virtual pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) III Tahun 2021.
1,223 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Festival Seni Bali Jani (FSBJ) III Tahun 2021 akan dibuka secara resmi oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Sabtu (23/10/2021) pukul 17.00 WITA di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Provinsi Bali. Disamping menampilkan Medeeng Anyar (Karnaval) virtual, pembukaan juga mengetengahkan pementasan Teater Opera Musikal berjudul “Pusaka Rimba” yang dibawakan oleh Teater Kini Berseri berkolaborasi dengan sejumlah sanggar dan komunitas teater.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Gede Arya Sugiartha, Kamis (21/10/2021) menyampaikan, FSBJ III akan diselenggarakan selama dua pekan, 23 Oktober sampai 6 November 2021, melibatkan tak kurang dari 1.000 seniman dan pekerja seni. Perhelatan kali ini mengusung tema “Jenggala Sutra: Susastra Wana Kerthi” yang bermakna “Semesta Kreativitas Terkini: Harmoni Diri dan Bumi dalam Keluasan Penciptaan Baru”.

“Perhelatan ini bukan hanya merespons secara kreatif dan inovatif situasi pandemi Covid-19, namun juga mengedepankan estetika seni yang mengacu pada konsep eksplorasi, eksperimentasi, lintas-batas, kontekstual, dan kolaborasi yang diterjemahkan ke dalam setiap rangkaian program maupun mata acaranya,” katanya.

Kadisbud mengatakan, sebagaimana tahun lalu, penyelenggaraan festival ini masih menerapkan prosedur dan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, di antaranya wajib memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Penonton juga wajib menunjukkan sertifikat vaksin dan check in melalui aplikasi PeduliLindungi.

Terdapat 45 program atau mata acara, di antaranya adalah Medeeng Anyar (Karnaval Virtual), Pawimba (Lomba); Adilango (Pergelaran) pentas ragam seni dari sejumlah sanggar, grup teater, serta komunitas seni; Utsawa (Parade) pentas ragam seni dari duta kabupaten/kota di Bali; Megarupa (Pameran Seni Rupa); Timbang Rasa (Sarasehan); Beranda Pustaka (Bursa Buku); dan Bali Jani Nugraha. Bertindak sebagai kurator FSBJ III adalah I Komang Sudirga, Ida Bagus Martinaya, dan Warih Wisatsana.

Penyelenggaraan FSBJ III 2021 memadukan antara daring dan luring dengan venue utama di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya dan Gedung Natya Mandala ISI Denpasar. Adapun Beranda Pustaka secara khusus dihadirkan di Studio Patung Taman Budaya Denpasar, menyajikan buku-buku terpilih dari berbagai penerbit ternama dari Bali dan luar Bali, bahkan internasional, termasuk buku-buku karya para penerima penghargaan Bali Jani Nugraha tahun 2019 dan 2020. “Program Beranda Pustaka ini seturut upaya meningkatkan budaya literasi bagi generasi muda, khususnya untuk memahami seni, sastra, dan kebudayaan,” ungkap Ida Bagus Martinaya.

Bagian dari Medeeng Anyar (Karnaval) virtual pembukaan FSBJ III.

Pameran kolosal Bali Megarupa melibatkan 107 seniman lintas generasi, yang tertua adalah D. Tjandra Kirana (77 tahun) dan termuda Naripama Ramavijaya (19 tahun). Bukan hanya menampilkan karya 2 dimensi berupa lukisan dan fotografi, namun juga 3 dimensi: keramik, patung, dan instalasi. Pameran Bali Megarupa dipresentasikan di 4 venue, yakni Museum Puri Lukisan Ubud, Museum Neka Ubud, Museum ARMA Ubud, dan Gedung Kriya Taman Budaya Denpasar, melalui skema kurasi undangan terpilih dan undangan terbuka.

Penghormatan Kepada Maestro

Dari sekian banyak mata acara tersebut, secara khusus digagas dan diwujudkan sebuah program penghormatan atau a tribute bagi maestro atau pendahulu, yakni A Tribute to Umbu Landu Paranggi (sastrawan) dan A Tribute to Nyoman Sura (penari/koreografer). “Kita memahami, dan itu sudah terbukti, seni-seni modern/kontemporer Bali sesungguhnya sudah memiliki proses atau sejarah panjang. Sepatutnya kita menghormati para pendahulu, seperti Pak Umbu Landu Paranggi dan Bli Nyoman Sura, yang dedikasi dan sumbangsih kreativitasnya mewarnai dinamika kehidupan seni modern/kontemporer kita,” ujar Warih Wisatsana.

Warih mengungkapkan, kedua maestro tersebut bukan hanya berkarya bagi dirinya sendiri, tetapi juga turut membangun atmosfer kehidupan kreatif yang memungkinkan generasi muda mengembangkan minat dan bakatnya sebagai generasi penerus. Umbu Landu Paranggi berpuluh tahun menggiatkan apresiasi sastra keliling Bali, melahirkan sastrawan-sastrawan yang prestasinya bukan hanya mewarnai Indonesia tetapi juga internasional. Adapun Nyoman Sura, seorang penari sekaligus koreografer yang prestasi dan capaiannya tak diragukan lagi. Ia juga seorang pendidik serta panutan banyak penari atau koreografer muda yang menularkan semangat pembaharuan.

Sejalan program a tribute itu, tim kurator juga menggagas upaya transfer of knowledge atau alih pengetahuan bagi generasi muda melalui ragam lomba (Pawimba), di antaranya lomba drama modern, musikalisasi puisi bagi para pelajar, dan baca puisi untuk kalangan generasi muda. Diadakan pula Parade Monolog yang akan menampilkan sejumlah seniman muda Bali serta Pembacaan Karya Sastra “Malam Kata, Rupa dan Suara” yang diikuti sejumlah sastrawan dari berbagai daerah di Tanah Air.

Di samping itu, ada 7 topik Sarasehan atau Timbang Rasa yang berangkat dari tema FSBJ III. Topik-topik tersebut yakni Ekosistem Teater Modern Bali; Ragam Tematik Puisi Modern Bali; Seni sebagai Seruan Kesadaran; Alih Media dalam Seni; Kreasi Musik Bali Kini; Taksu Seni Tari Kini; dan Seni Rupa Pertunjukan. Di penghujung pelaksanaan FSBJ III diprogramkan pula mata acara “Selebrasi Bali Jani”, bunga rampai FSBJ III berupa video-video pilihan pertunjukan dan behind the scene berbagai proses pementasan, berikut dialog sutradara, koreografer, komposer, hingga kreator terpilih yang akan membincangkan proses kreatif dan sumbang gagasan untuk FSBJ mendatang. 026

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.