Pembuatan 32 TPS3R di Gianyar Dianggarkan Rp44,3 Miliar

Ni Made Mirnawati
246 Melihat

GIANYAR, posbali.co.id – Hasil verifikasi tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Pemprov Bali, dari 39 usulan pembuatan TPS3R, yang disetujui hanya 32 dan 5 revitalisasi. Lokasi yang tidak lolos dalam usulan pembuatan TPS3R serangkaian program penanggulangan sampah rumah tangga terkait akan ditutupnya TPA Suwung, Denpasar, sebagian besar akibat persoalan lahan. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar, Ni Made Mirnawati, Rabu (25/8/2021).

Dia berkata sebelumnya mengusulkan Gianyar akan membuat 39 TPS3R di sejumlah desa. Namun, dalam verifikasi yang dilakukan Pemprov Bali, ada beberapa desa yang tidak memenuhi syarat. Di antaranya luas lahan yang kurang, hingga ada yang pendampingnya belum setuju ada TPS3R.  Dari 39 yang diusulkan, yang memenuhi syarat hanya 32.

Lebih jauh dipaparkan, untuk pendirian TPS3R sangat spesifik. Tidak boleh tanah sewa, kalau pakai tanah adat harus ada kejelasan status tanah, dan pendamping juga harus setuju. Banyak pendamping yang tidak setuju, karena mengira TPS3R akan menimbulkan bau. Padahal kalau dikelola secara benar, tidak demikian.

“Sebab yang dibuang ke sini hanya sampah organik dan plastik. Sementara sampah residu yang menjadi pemicu bau, akan dibuang ke TPA Temesi,” jelasnya.

Dia menjelaskan, pembuatan TPS3R ini harus berdasarkan persetujuan Pemprov Bali, karena pembuatannya akan menggunakan anggaran dari pemerintah pusat yang disalurkan melalui Pemprov Bali. Untuk pembuatan 32 TPS3R dan 5 revitalisasi TPS3R yang sudah ada, Gianyar mendapat anggaran Rp44,3 miliar lebih. “Saat ini kami menunggu pencairan, tapi informasinya kami mendapat prioritas anggaran, karena Gianyar menjadi percontohan TPS3R di Bali,” urainya.

Mirnawati mendaku pembuatan TPS3R masih menunggu transferan dana ke kas daerah. Ketika dana sudah cair, pekan kedua September 2021 pembangunan akan dimulai dengan target rampung Desember 2021 ini. “TPS3R ini memang harus secepatnya dibuat. Sebab, saat ini, Gianyar sudah harus berhenti membuang sampah ke TPA Suwung,” urainya.

Untuk saat ini, jumlah sampah yang dibuang ke Temesi mencapai 480 ton per hari. Ini naik signifikan dari sebelumnya 423 ton per hari, dan tak terlepas dari belanja masyarakat yang bersifat online, sehingga penggunaan pembungkus plastik menjadi bertambah. “Dengan adanya puluhan TPS3R, maka beban TPA Temesi akan sangat berkurang,” janjinya. 011

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.