Pemberdayaan Mangrove Sekaligus Berdayakan Petani Garam Jimbaran

292 Melihat
MANGUPURA, POSBALI.co.id – Untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat Jimbaran, pemanfaatan hutan mangrove di Jimbaran dinilai perlu dijajagi. Kendati hutan mangrove tersebut dibawah kewenangan Tahura Ngurah Rai, namun pamanfaatan mangrove tersebut dirasa memungkinkan dilakukan selama tidak merusak kelestarian ekosistem mangrove itu sendiri. “Sumber daya alam (mangrove) ini kan mumpuni, kenapa tidak diberdayakan. Dengan demikian ekonomi kerakyatan masyarakat akan meningkat,”ujar salah seorang tokoh masyarakat Jimbaran, Gusti Putu Aryana belum lama ini.

Penataan mangrove tersebut menurutnya bisa dikemas menjadi semacam ekowisata, dengan aktifitas yang tanpa merusak lingkungan, seperti tour mangrove, memancing, kuliner dan sebagainya. Hal itu nantinya bis sekaligus sebagai wahana untuk menggeliatkan kembali aktifitas bertani garam di Jimbaran, yang selama ini memang berada di dekat kawasan mangrove. “Jadi pariwisata menggeliat, petani garam hidup dan nelayan tidak mati,”sebutnya.

Untuk merealisasikan hal tersebut tentu diperlukan dukungan dari Pemkab Badung dan propinsi Bali. Dimana pemanfaatan tersebut diharapkan bisa dikaji dan dibuatkan desain oleh pemerintah. Dengan demikian masyarakat akan lebih kuat merasa memiliki hutan mangrove tersebut dan ikut bersemangat dalam menjaga kelestariannya. GAY

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.