Pemangku Kepentingan Siap Amankan Keputusan Bupati, Terkait Pengelolaan DTW Tanah Lot 

Jajaran Pengempon Pura Luhur Tanah Lot usai memberikan pernyataan sikap terkait penunjukan Manajer dan Asisten Manajer DTW Tanah Lot.
Jajaran Pengempon Pura Luhur Tanah Lot usai memberikan pernyataan sikap terkait penunjukan Manajer dan Asisten Manajer DTW Tanah Lot.
338 Melihat

DENPASAR, POS BALI – Sikap bulat dan siap mengamankan pengelolaan Daya Tarik Wisata (DTW)  Tanah Lot disampaikan pemangku kepentingan wilayah setempat. Tekad itu disampaikan Pengempon Pura Luhur Tanah Lot, Bendesa Adat Beraban, Perbekel Desa Beraban dan Ketua BPD Beraban menyusul penunjukan manajer dan asisten manajer Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot.

Para pemangku kepentingan ini memastikan, siap mengamankan keputusan Bupati Tabanan. “Pengempon siap menerima dan mengamankan keputusan Bupati Tabanan terkait penentuan Manajer dan Asisten Manajer DTW Tanah Lot. Karena secara struktural Bupati Tabanan merupakan Ketua Badan Pengelola DTW Tanah Lot,” kata Ketua Pengempon Pura Luhu Tanah Lot Komang Dedy Sanjaya di Denpasar, Minggu (21/11)

Kendati demikian, pihak pengempon juga berharap agar mempertimbangkan keberadaan representasi pengempon dalam struktur kepemimpinan di manajemen DTW Tanah Lot yang direncanakan pada 24 November 2021 mendatang. “Kami di pengempon siap mengamankan Keputusan Bapak Bupati, terkait Manajer dan Asisten Manajer DTW Tanah Lot,” tegasnya didampingi struktur pengempon lain seperti Wakil Ketua Pengempon, I Ketut Sunarwa, Sekretaris I dan II Pengempon, I Nyoman Sudana dan I Putu Toni Wirawan, Bendahara Pangempon Putu Heri Susanta (calon Perbekel Desa Beraban terpilih). “Kami memohon kepada Bupati agar tetap mengakomodasi unsur pengempon di manajemen DTW Tanah Lot untuk memudahkan koordinasi antara manajemen dengan pihak pengempon,” sambung Dedy.

Dia menyebutkan, soal penentuan manajer dan asisten manejer DTW Tanah Lot memang merupakan hak bupati selaku ketua umum badan pengelola. Namun di saat yang sama, pihaknya berharap apa yang menjadi aspirasi pengempon dalam hal ini juga diakomodasi. “Apalagi kebedaraan objek DTW Tanah Lot dominan berada di Pelaba Pura Luhur Tanah Lot,” kata Wakil Ketua Pengempon, I Ketut Sunarwa.

Dia menambahkan, seluruh kegiatan wisata maupun kegiatan lainnya yang diselenggarakan di areal DTW Tanah Lot sebagian besar memanfaatkan pelaba pura. “Tiap event yang diselenggarakan DTW, hampir 80 persennya menggunakan fasilitas atau pelaba pura, dan pelaba Pura itu bersertifikat,” tegasnya,

Selain itu, dalam sikap mereka, pengempon berharap semua pihak menghormati dan menghargai perjanjian antara desa adat dan bupati terkait DTW Tanah Lot yang berlaku sampai 2026. Terkait segala hal dan ketentuan yang mengatur penunjukan manajer dan asisten manajer. “Karena bila ada perubahan di luar perjanjian maka itu melanggar penjanjian. Dan itu bisa disebut wanprestasi,  jika ada keinginan dan masukan akan jauh lebih baik disampaikan saat masa akhir perjanjian. Yakni pada 2026,” ujarnya.

Selain itu Desa Adat Beraban menggelar rapat bersama pihak Desa Beraban (Desa Dinas), Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat. Keputusan itu sudah dituangkan dalam berita acara yang diserahkan ke Pemda Tabanan. Yang pada intinya dalam berita acara rapat nomor : 447/DA.BRB/XI/2021, menyatakan siap mengamankan keputusan Bupati Tabanan terkait dengan Manajer dan Asisten Manajer DTW Tanah Lot. Ditanda tangani oleh Bendesa Adat Beraban I Made Sumawa, Perbekel Beraban I Wayan Sukariana dan Ketua BPD Beraban I Wayan Ariana.

Bendesa Adat Beraban, I Made Sumawa membenarkan pihaknya telah melakukan rapat bersama. Pada prinsipnya, penetapan Manajer dan Asisten Manajer definitif diharapkan bisa dilakukan pada 24 November 2021 mendatang. Selain itu yang paling penting, proses penetapan atau orang yang ditetapkan pada dua posisi itu merupakan warga Desa Adat Beraban. “Sesuai dengan perjanjian yang akan habis pada 2026,” jelasnya.

Secara terpisah, Perbekel Beraban, I Wayan Sukariana, juga membenarkan hal tersebut. Dikatakan, rapat itu memang mengulas soal penetapan Manajer dan Asisten Manajer DTW Tanah Lot sesuai dengan perjanjian sampai 2026 mendatang. “Tetap mengacu kepada perikatan yang ada. Tidak keluar dari jalur itu. Karena perikatan atau perjanjian itu masih berlaku sampai 2026,” sambungnya.

Yang paling penting, lanjutnya, pihaknya menyerahkan sepenuhnya hal ini kepada Bupati selaku Ketua Umum Badan Pengelola DTW Tanah Lot. “Selagi orang-orang itu merupakan warga Desa Adat Beraban,” tegasnya berharap pada 24 November 2021 mendatang sudah ada Manajer dan Asisten Manajer yang definitif. “Karene kalau Plt itu bisa diisi dari orang luar Beraban,” tutupnya.003

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.