Pelaku Pariwisata Dukung Pembangunan PKB, Demer Minta Ditinjau Ulang

Ketut Jaman - Cipto Aji Gunawan - Wisnumurti
Ketut Jaman - Cipto Aji Gunawan - Wisnumurti
170 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id- Sejumlah pelaku pariwisata di Bali memberikan dukungan terhadap pembangunan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Gunaksa Klungkung. Di balik itu politisi Golkar Sumarjaya Linggih alias Demer yang kini anggota DPR-RI, minta rencana pembangunan PKB ditinjau ulang.

Dalam sebuah akun web. Demer mengatakan, budaya Bali tidak perlu dimuseumkan dalam satu tempat, karena budaya itu hidup. Oleh karena itu, pembangunan pusat-pusat kebudayaan harus disebar di mana budaya itu hidup. Dana sebanyak Rp2,5 trilyun yang akan dipakai membangun PKB di Klungkung, menurut Demer harus dibagi-bagi di mana budaya itu hidup di Bali di seluruh Bali.
Lain pendapat politisi Golkar, lain pula pendapat pelaku pariwisata Bali.

Cipto Aji Gunawan, salah satu pelaku wisata Tirta di Bali mengatakan, dari prespektif pariwisata, PKB yang merupakan ide Gubernur Koster dengan visi: Nangun Sat Kerthi Loka Bali – akan menjadi daya tarik destinasi pariwisata dunia. PKB juga berguna bagi turis yang sangat singkat mengujungi Bali. Selain itu PKB memberikan kesempatan yang sama bagi pelaku budaya dan pelaku ekonomi untuk tampil di arena tersebut tanpa pilih kasih.

Pendapat itu didukung Ketut Jaman, pelaku pariwisata Bali lainnya yang sering menangani wisata MICE di Bali. Jaman mengatakan, Bali memerlukan obyek wisata baru, sehingga tidak itu-itu saja. Menurut Jaman, turis sering bertanya : “What is new in Bali?”. Oleh karena itu Bali harus memiliki Daerah Tujuan Wisata (DTW) dan infrakstruktur dengan fasilitas umum modern yang baru. “Jawabannya menrurut saya, pembangunan PKB di Klungkung sangat penting,” kata I Ketut Jaman.

Ia mengatakan, saat GWK (Garuda Wisnu Kencana) di Bukit ingin dibangun Nuarta tahun 80-an. banyak budayawan dan pengamat menentang. Namun kini, GWK menjadi obyek menarik bahkan menjadi terkenal di dunia. Sekarang tercatat GWK termasuk obyek turis baru di Bali.

Dalam wawancara dengan wartawan Rabu, 31 Maret 2021, sebelumnya Cipto Aji Gunawan menambahkan bahwa PKB adalah “showcase” dan wajah dari seluruh penampilan budaya yang ada di Bali dengan kemasan modern. Di samping itu akan menggunakan teknologi terbaru, sehingga diperlukana prasarana dan sarana canggih untuk ditampilkan di mata dunia.

Hal ini akan sulit ditampilkan dengan kecanggihan yang sama jika tersebar si seluruh Bali, karena menyangkut infrastruktur, kemampuan operasional dan perawatan yang tidak mudah.

Cipto mengatakan, dengan tampilan yang terpusat diharapkan meningkatnya apresiasai dunia terhadap Bali, yang akhirnya meningkatkan keinginan wistawan mengunjungi daerah- daerah lainnya.
Bagi pelaku ekonomi juga penting, karena akan menampilkan seluruh poteni ekonomi Bali. Selain itu berfungsi sebagai “one stop shopping” bagi siapa pun untuk berbisnis di Bali.

“Sebagai pusat informasi, ekonomi dan kreativias Bali yang terpusat tentu saja berpotensi menghasilkan pemasukan finansisal dan manfaat non nekonomi, sehingga PKB dapat dilihat sebagai investasi bukan sebagai beban Bali ke depan,” kata Cipto Aji Gunawan.

Sementara itu I Ketut Jaman, yang alang melintang di bisnis MICE, juga kurang setuju dengan pendapat Demer di mana ia memandang rencana pembangunan PKB kurang relevan, terpusat di satu tempat.
Jaman mengharapkan, pembangunan PKB jangan dipolitisasi untuk kepentingan politik tahun 2024.

Ia mengatakan, jika tidak ada atraksi baru, sepertinya Bali jalan di tempat sebagai destinasi internasional. Turis jemu dengan obyek yang itu-itu saja dikunjungi setiap datang ke Bali. Menurut Jaman, untuk menjawab kejemuan itu PKB adalah jawaban yang menjadi pemikiran luar biasa Gubernur Koster. PKB diharapkan menjadi obyek baru, di mana secara singkat turis dapat melihat potensi Bali secara terpusat menyangkut budaya, tradisi, keagamaan, berbagai cindramata dan sebagainya. Bahkan PKB akan menjadi pusat kreatvitas seniman/budayawan Bali selain menjadi pusat ekonomi pebisnis dunia.

Di bagian lain, akademisi dan dosen Universitas Warmadewa Denpasar Wisnu Murti menanggapi dengan santai pendapat politisi Golkar Demer. Ia mengatakan, apa yang dikatakan Demer dapat dipakai sebagai memperkuat imun, menguatkan tekad Gubernur Bali mewujudkan Pusat Kebudayan Bali sebagai “centre culture” dunia dan pusat peradaban dunia. PKB adalah wujud kecintaan dan pelestarian budaya yang bergerak dinamis.

“Jika masterplan dan vidio PKB sudah siap, perlu disampaikan ke publik”, pinta Wisnu yang juga dikenal sebagai pengamat politik itu. 021

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.