Peduli Dampak Pademi, ITB STIKOM Bali Beri Kemudahan

Foto: Wakil Rektor III Bidang Kerja Sama dan Inovasi, I Made Sarjana, SE., MM.,
231 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Bali sebagai destinasi dunia sangat terpuruk akibat pandemi Covid-19. Pariwisata mati suri akibat ditutupnya penerbangan internasional untuk mencegah penyebaran virus bernama SarS-CoV-2 .

Situasi pandemi mengakibatkan sebagian masyarakat terutama yang bekerja di sektor swasta mengalami penurunan pendapatannya. Dampak yang lebih jauh adalah mempengaruhi kelanjutan pendidikan anak-anak.

Menyikapi situasi dan kondisi ini, ITB STIKOM Bali sudah punya langkah jitu membantu untuk melanjutkan kuliah di kampus IT terbaik nomor dua di Indonesia ini.

Wakil Rektor III Bidang Kerja Sama dan Inovasi ITB STIKOM Bali I Made Sarjana, SE., MM., menegaskan kesiapan memfasilitasi lulusan SMA/SMK atau sederajat untuk melanjutkan kuliah di ITB STIKOM Bali.

“Asal mereka mendaftarkan diri, ikut test dan dinyatakan lulus, kami menawarkan berbagai kemudahan cara membayar biaya kuliah agar mereka bisa kuliah di ITB STIKOM Bali tanpa hambatan,” kata Made Sarjana di kampus ITB Bali Renon, Denpasar, Kamis (17/06/2021).

Made Sarjana menyebutkan beberapa kemudahan yang ditawarkan. Yakni pertama, biaya kuliah dibayar dengan cara menyicil sesuai kemampuan orang tua.

Kedua, jelas dia, selama menjadi mahasiswa ITB STIKOM Bali, mendapat kemudahan untuk mengikuti magang di Jepang selama tiga tahun. “Hasil magang ini bisa untuk membayar kuliah bahkan bisa membantu keluarganya yang lain,” imbuhnya.

Ketiga, lanjut dia, tersedia banyak beasiswa baik dari pemerintah yang dikelola oleh ITB STIKOM Bali maupun beasiswa dari ITB STIKOM sendiri untuk membantu anak-anak dengan latar belakang ekonomi yang kurang mampu.

“Dengan berbagai kemudahan di atas, para orang tua tidak perlu khawatir menyekolahkan putra putrinya di ITB STIKOM Bali. Intinya, bagi kami, uang jangan menjadi alasan yang menghalangi orang tua untuk menyekolahkan anaknya di ITB STIKOM Bali,” tegas Made Sarjana.

Made Sarjana tak menampik, situasi pandemi Covid – 19 ini sulit diprediksi kapan berakhir. “Sisi positifnya, kita harus merubah kebiasaan lama dan menyesuaikan dengan kebiasaan baru (new normal), tinggalkan yang manual dan segera beralih ke digital. Nah era digital inilah peluang kerja sangat bagus bagi sarjana komputer atau sarjana teknologi Informasi baik di masa sekarang maupun di masa depan,” jelas Made Sarjana.

Sarjana memberi contoh nyata dahsyatnya dampak pandemi Covid -19 sejak tahun lalu hingga sekarang. Yakni pariwisata lumpuh, sebuah bank pemerintah akan menutup 94 kantor cabangnya di seluruh indonesia karena beralih ke pelayanan digital, bisnis online atau yang mengandalkan teknologi informasi tumbuh dengan signifikan.

Dampaknya, kata dia, banyak karyawan di-PHK atau dirumahkan, tapi permintaan sarjana komputer atau sarjana teknologi informasi terus meningkat.

“Jadi, saat ini pilihan kuliah di teknologi informasi tak bisa ditawar lagi. Apalagi remaja sekarang ini adalah Generasi Z atau generasi internet yang sejak kecil sudah mengenal teknologi, akrab dengan gadget canggih dan dunia maya. Dan kami, ITB STIKOM Bali adalah kampusnya Generasi Z di era new normal,” pungkas Made Sarjana. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.