Pedagang Sate Keluhkan Lonjakan Harga Daging Babi

Pedagang sate babi, Evi, yang berjualan di Pameran UMKM Bali Bangkit di Taman Budaya Bali di Denpasar, Jumat (8/1/2021).
75 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Harga daging babi yang melonjak tinggi membuat pedagang sate babi menjerit. Pasalnya, daging babi ini sangat mahal mencapai harga Rp90 ribu per kilogram. Seperti yang diungkapkan salah seorang pedagang sate babi, Ibu Evi mengeluh tentang harga daging ini yang sangat mahal ini. “Daging babi mahal sejak adanya wabah penyakit babi lalu,” tuturnya kepada POS BALI di Denpasar, Jumat (8/1/2021).

Syukurnya, ia yang telah memiliki langganan tetap dan dikirim langsung ke rumahnya, sehingga mendapatkan harga yang lebih murah, yakni Rp80 ribu per kilogram. “Kadang dapat kadang tidak, karena daging babi langka. Jadi saya stok di rumah untuk memenuhi kebutuhan berjualan,” tuturnya.

Hal senada juga dikatakan pedagang sate babi Men Iluh. Selain daging babi mahal, harga bumbu juga naik drastis. Khususnya harga cabai yang semakin ‘pedas’, tembus hingga Rp100 ribu per kilogram. “Terpaksa saya naikkan harga per porsi tipat sate menjadi Rp20 ribu. Biasanya saya jual per porsi hanya Rp15 ribu,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Ketua Gabungan Usaha Peternakan Babi (GUPBI) Bali, I Ketut Hari Suyasa, mengatakan, harga daging mahal tersebut disebabkan karena populasi babi sangat rendah. Menurut dia, populasi babi di Bali awalnya berjumlah 988 ribu ekor. Namun karena adanya dugaan wabah African Swine Fever (ASF), di empat kabupaten/kota, Tabanan, Badung, Gianyar dan Denpasar membuat populasi turun dan tersisa hanya 10 persen dari jumlah itu, bahkan jauh dibawahnya.

“Enam bulan lalu, populasi yang tersisa hanya 6,5 ribu ekor. Dan peternak tidak berani melakukan re-stocking, karena wabah saat itu sedang berkembang. Jadi bisa dibayangkan saat ini, babi itu sangat kecil populasi dan tidak bisa diantisipasi, sehingga harga menjadi meningkat,” tuturnya.

Ditambahkannya, harga babi hidup saat ini di peternak besar telah menembus Rp50 ribu per kilogram, sedangkan di masyarakat umum di kisaran Rp45 ribu per kilogram. “Ini untuk harga per kilogram babi hidup. Kalau dagingnya itu biasanya dikali dua dari harga berat babi yang masih hidup,” ungkapnya.

Pihaknya pun berharap, pemerintah memberikan bantuan untuk pengadaan bibit kepada para peternak yang terdampak untuk meningkatkan populasi. “Dari Pemerintah Provinsi Bali, katanya akan ada bantuan senilai Rp1 miliar untuk pengadaan bibit babi. Dan kami sangat mensyukuri bantuan ini. Mudah-mudahan menjadi langkah awal bagi kami dalam meningkatkan populasi babi. Apalagi bibit sangat mahal, berat 10 kilogram menembus harga Rp1,5 juta per ekor,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali IB Wisnuardhana mengatakan, harga daging naik disebabkan karena adanya suspek ASF, sehingga populasi babi di Bali menurun drastis yang terjadi sejak Desember 2019 hingga Maret 2020 lalu.

“Itu awalnya sehingga banyak babi yang mati. Bahkan tidak hanya di Bali saja terjadi kematian babi, di sentra-sentra peternakan babi seperti di Medan, NTT, Jawa Tengah dan lainnya juga mengalami hal yang sama,” tuturnya.

Lanjut dia, kenaikan harga selain dipicu populasi yang rendah juga ditambah dengan adanya permintaan yang tinggi dari masyarakat. Apalagi di Bali yang belakangan ini banyak terjadi upacara adat yang membutuhkan daging babi yang tinggi.

“Babi-babi baru yang dipelihara peternak itu belum ada. Karena ada kebijakan untuk keamanan dan memastikan wabah ini hilang, maka tidak serta merta memelihara babi kalau belum betul-betul hilang,” jelasnya.

IB Wisnuardhana juga membenarkan, sesuai arahan Gubernur Bali Wayan Koster dan telah disetujui DPRD Bali, tahun 2021 ini diusulkan anggaran untuk re-stoking babi. Pihaknya akan fokuskan bantuan bibit babi untuk kelompok-kelompok peternak di kabupaten/kota yang babinya banyak mati.

“Sementara ini, anggaran yang disetujui sebesar Rp1 miliar. Sebenarnya kami usulkan lebih dari itu, namun karena keuangan daerah dengan adanya dampak pandemi maka disetujui sejumlah itu. Mudah-mudahan diperubahan ataupun tahun depan jika memungkinkan ditambah lagi,” pungkasnya. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.