Pedagang Bermobil Bandel, Pol PP Buleleng Berkoordinasi dengan Dishub

Lokasi yang menjadi tempat pedagang bermobil berjualan di Kota Singajara, Buleleng.
Lokasi yang menjadi tempat pedagang bermobil berjualan di Kota Singajara, Buleleng.
349 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Maraknya keberadaan pedagang bermobil di beberapa titik kawasan Kota Singaraja, membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Buleleng gerah. Pasalnya, keberadaan pedagang bermobil yang berjualan di sejumlah lokasi yang tidak semestinya itu membuat arus lalu lintas sedikit macet. Bahkan, Satpol PP sudah berulang kali mengingatkan, tapi mereka tetap saja membandel.

Setelah melakukan berbagai upaya sosialisasi, petugas Satpol PP Buleleng berencana akan melakukan tindakan tegas terhadap pedagang bermobil yang membandel berjualan di pinggir jalan. Tindakan tegas itu berupa tindakan penyitaan barang dagangan terhadap pedagang bermobil di pinggir jalan.

Dikonfirmasi Kepala Satpol PP Buleleng, Putu Artawan, mengatakan pihaknya akan segera mengambil tindakan tegas dengan tetap bersinergi bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng. Diakuinya selama ini Pemkab Buleleng telah menyediakan tempat bagi pedagang bermobil untuk bisa mengais rezeki.

“Dari data PD Pasar Buleleng, jumlah pedagang bermobil terdaftar kurang lebih ada 74 pedagang. Mereka sudah disediakan tempat di dekat kolam renang Nirmala Asri Banyuasri,” kata Artawan, Selasa (25/8).

Namun, ternyata tempat yang telah disiapkan itu tidak banyak dimanfaatkan oleh para pedagang itu. Hanya beberapa pedagang bermobil saja yang rutin berjualan di lokasi tersebut. “Kami sudah sering memberikan sosialisasi, namun mereka tetap saja berjualan di jalan. Kami kucing-kucingan terus dengan mereka, juga sempat kami lakukan penyitaan timbangan,” tegas Artawan.

Tujuan penyitaan alat timbangan milik para pedagang bermobil tersebut, kata Artawan, adalah sebagai bentuk efek jera kepada mereka agar tidak berjualan di lokasi yang tidak semestinya. Meski demikian, pihaknya ingin memberikan pembinaan ketika para pedagang mengambil kembali barangnya ketika disita oleh petugas.

“Kami tidak memiliki Perda untuk bisa mengatur pedagang bermobil, yang ada adalah Perda untuk mengatur ketertiban umum dan juga tidak ada sanksi tegas didalamnya. Dalam waktu dekat, kami melakukan koordinasi ke Dishub terkait penertiban penyalahgunaan fungsi trotoar dan bahu jalan,” jelas Artawan.

Setelah melakukan koordinasi dengan Dishub Buleleng pihaknya akan langsung turun ke lapangan bersama Dishub untuk melakukan pembinaan secara langsung dan menindak tegas bagi pelanggar. 018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.