Pecalang Aktif Disiplinkan Prokes

Penyerahan buku karya I Wayan Wesna Astara kepada Kapolsek Kuta, Lurah Kuta, dan Bendesa Adat Kuta.
Penyerahan buku karya I Wayan Wesna Astara kepada Kapolsek Kuta, Lurah Kuta, dan Bendesa Adat Kuta.
151 Melihat

DENPASAR, POS BALI – Pecalang (satuan tugas keamanan di desa adat di Bali) bukan saja difungsikan dalam kegiatan agama, adat dan budaya, akan tetapi pecalang turut serta menunjang aktivitas kepariwisataan.  Bahkan di tengah pandemi Covid-19, pecalang juga turut berperan aktif dalam mendisiplinkan penerapan protokol kesehatan (prokes), turun ke masyarakat mensosialisasi 3M, mengingatkan masyarakat menjaga jarak dan menegur masyarakat yang berkerumunan

Hal tersebut disampaikan, Ka. LPM Unwar yang sekaligus Ketua Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Warmadewa, I Wayan Wesna Astara. “Seperti Pecalang Desa Adat Kuta sampai saat ini masih bertahan kepada acuan awig-awig desa adat,” katanya di Denpasar, Minggu (30/5).

Dia menjelaskan, ketika bencana kesehatan pandemi Covid-19, pecalang mendapat tanggung jawab juga untuk menjalankan tugas membantu krama dalam keamanan dan ketertiban masyarakat serta  kerahayuan di desa adat dengan ngeneng-ngening atau ngeneng secara sakala, jeda, diam di rumah, tidak bepergian.

Ngening artinya secara niskala mahayu-hayu, menenangkan pikiran, mengheningkan diri ketika terjadi pandemi Covid-19.  Hal yang penting juga untuk menjadi harapan krama Bali, bahwa nilai kearifan lokal seperti berupa Nyepi Desa atau sipeng desa dengan Eka Brata berupa amati Lelungaan yaitu menahan diri untuk tidak bepergian,” jelasnya.

Wesna Astara menuturkan, Universitas Warmadewa melalui Tim PKM juga telah menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema ‘Pemberdayaan dan Ketahanan Pecalang/Keamanan Desa Adat Kuta Bali dalam Era New Normal Pandemi Covid-19’ belum lama ini. Kata dia, FGD yang diisi dengan penyerahan buku, juga dihadiri Kapolsek Kuta, Lurah Desa Adat Kuta, Prajuru Desa Adat Kuta, Tim PKM Unwar, Pecalang, Linmas Desa Kuta, Babinsa Desa Kuta, dan tokoh masyarakat.  “Di Desa Adat Kuta, sosialisasi demi meningkatkan kesadaran prokes selalu digalakkan dan melibatkan semua instrumen khususnya pecalang. Jadi segala kegiatan desa adat yang melibatkan pecalang dalam mengatasi penyebaran Covid-19 akan terus didukung,” tandasnya. alt/poll

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.